BandungKlik – Kereta Api Cepat JakartaBandung (KCJB) direncanakan dapat tes dinamis pada November 2022 bertepatan dengan penyelenggaraan Presidensi G20. Kereta ini dapat menempuh perjalanan dari Jakarta ke Bandung hanya 45 menit.

Saat ini, proyek investasi Kereta Api Cepat Jakarta – Bandung telah mencapai 85% dan progres fisiknya sedah 76%. KCJB akan beroperasi di jalur ganda sepanjang 142,3 km dan akan berhenti di 4 stasiun, yaitu Stasiun Halim (Jakarta), Karawang, Padalarang, dan Tegalluar (Bandung).

Hadirnya KCJB menjadikan Indonesia sebagai negara dengan layanan kereta api cepat pertama di ASEAN. Tentu, kereta ini akan memberikan alternatif transportasi kepada masyarakat yang hendak bepergian dengan cepat, aman, dan nyaman di wilayah Jakarta dan Bandung.

Untuk mewujudkan itu, PT. KAI mengusulkan Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun 2023 sebesar Rp4,1 triliun pada Juli 2022 dan sudah disetujui DPR RI. PMN ini dialokasikan untuk memperkuat KAI dalam penyelesaian megaproyek tersebut.

“KAI berkomitmen untuk menuntaskan penugasan ini dengan menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG),” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus. Penugasan penyelesaian proyek KCJB dilakukan melalui PT. Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Terinspirasi dari komodo

Dikutip dari laman resmi PT. KAI, Kamis (4/8/2022), satu rangkaian KCJB terdiri dari delapan kereta dengan total kapasitas penumpang 601 orang. Ada tiga kelas yang disediakan dalam satu rangkaian ini. Pertama VIP Class sebanyak 18 penumpang. Kedua, First Class sebanyak 28 pelanggan. Ketiga, Second Class dengan kapasitas 555 penumpang.

Adapun untuk tarif berkisar antara Rp250.000 hingga Rp350.000. Akan tetapi, saat ini besaran tarif tersebut belum final dan masih dikaji dengan mempertimbangkan berbagai aspek.

Desain KCJB berjenis KCIC400AF terinspirasi dari satwa khas Indonesia, yaitu komodo. Kereta ini didominasi warna merah dan putih. Harapannya, identitas Indonesia muncul saat melihat desain kereta.

Pada bagian interior, seperti kursi, terdapat sentuhan motif batik mega mendung khas Cirebon. Selain memperlihatkan aspek budaya juga karena sebagian jalur KCJB melintas di wilayah Jawa Barat.

“Hadirnya Kereta Api Cepat Jakarta – Bandung akan memberikan pilihan bagi masyarakat untuk bertransportasi dengan cepat dan selamat. KCJB juga diharapkan menjadi momentum agar dapat terealisasi transportasi-transportasi modern lainnya di Indonesia,” tutur Joni. *

Silakan baca:

Inilah 8 Terowongan Kereta Terpanjang dan Aktif di Indonesia