Musim Hujan, KAI Antisipasi Demi Keselamatan Perjalanan Kereta

perbaikan jalur kereta api
Petugas sedang memperbaiki jalur kereta api. (kai.id).*

 

BandungKlik – PT KAI terus meningkatkan kewaspadaan menghadapi curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini. Berbagai langkah antisipatif dilakukan untuk meminimalisasi risiko dan gangguan terhadap perjalanan kereta api, seperti tanah longsor, banjir, dan pohon tumbang.

Salah satu upaya antisipasi ini adalah menyiagakan petugas khusus di lokasi-lokasi rawan. Para petugas akan bergantian siaga selama 24 jam untuk memantau daerah rawan bencana. Apabila terjadi gangguan atau masalah, petugas langsung melakukan penanganan.

“Memasuki musim hujan ini, kami berkomitmen untuk terus bersiaga dan melakukan perbaikan jalur,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus.

Dikutip dari kai.id, Kamis (11/11/2021), langkah tersebut dilakukan agar perjalanan kereta api di seluruh area kerja KAI senantiasa lancar dan selamat.

Selain menyiagakan petugas khusus, KAI juga menempatkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) di stasiun yang dekat dengan daerah rawan bencana. AMUS yang disiapkan antara lain berupa pasir dalam karung, bantalan rel, dan perancah dari besi untuk penahan fondasi jalur.

Tak kalah penting adalah penempatan sejumlah alat berat, seperti Multi Tie Tamper (MTT) untuk merawat kondisi jalur rel agar tetap layak dilintasi kereta api.

Silakan baca: Sejarah Hari Ini, Jalur Kereta Pertama Dibangun di Indonesia

Titik rawan

Demi keselamatan dan menghadapi musih hujan ini, KAI juga melakukan pensterilan jalur dari pepohonan. KAI telah melakukan pemotongan pohon sebanyak 7.876 sampai Oktober 2021. Tujuannya, untuk mengantisipasi potensi pohon tumbang di jalur rel sehingga mengganggu perjalanan kereta api.

Pada 2021, KAI memetakan 243 titik rawan dengan rincian 92 titik rawan banjir, 85 titik rawan longsor, dan 66 titik rawan amblas. Titik-titik rawan tersebut tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera.

Jumlah titik rawan ini berkurang 30% ketimbang tahun 2020 yang mencapai 345 titik rawan. Langkah-langkah perbaikan telah dilakukan KAI antara lain melalui normalisasi drainase dan pembuatan talut penahan konstruksi jalur kereta api. Dengan begitu, jumlah titik rawan tersebut menjadi berkurang. *

Silakan baca: Traveling Naik Kereta Lebih Asyik, Ini 8 Alasannya