Museum Gedung Sate, Riset hingga ke Belanda

museum gedung sate
Tembok Gedung Sate yang dibobol di salah satu sudut museum. (Irwan Akhmad/Bandung Klik).*

 

BandungKlik – Hendak mengenal Gedung Sate lebih dekat? Datanglah ke Museum Gedung Sate. Museum ini berada di rubanah sayap timur gedung pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut yaitu di Jalan Diponegoro Kota Bandung.

Masih terbilang baru, Museum Gedung Sate dirintis pada 2015 dan diresmikan Jumat 8 Desember 2017. Museum yang dibangun dengan biaya Rp 11,5 miliar tersebut didedikasikan untuk masyarakat Jawa Barat dan seluruh Indonesia.

Pembangunan fisik museum menghabiskan waktu lima bulan dengan penyelesaian konten museum sekira 3,5 bulan. Bahkan, pencarian informasi dan riset harus dilakukan sampai ke Belanda dan beberapa museum perpustakaan di sana.

Nicolaus Lumanauw dan anggota tim konten museum ini harus terbang ke Belanda. Mengapa? Karena Gedung Sate dibangun pada era kolonial sehingga perlu meriset sejarah dari negara asal arsiteknya.

Sebagai media pembelajaran, di salah satu sudut museum, tembok asli Gedung Sate sengaja dibobol dan dilubangi. Tujuannya, agar lebih detail terlihat batuan-batuan yang menjadi fondasi gedung yang dulu bernama Gouvernement Bedrijven.

Silakan baca:

Gedung Sate Pembangunannya Habiskan 6 Juta Gulden

Pengunjung yang datang ke museum seluas 500 meter persegi itu akan beroleh pengetahuan secara mendalam tentang sejarah pembangunan Gedung Sate.

peraga museum gedung sate
Maket dan visual pembangunan lantai dua Gedung Sate. (Irwan Akhmad/Bandung Klik).*

Museum dibagi tiga segmen. Segmen pertama, prolog; segmen kedua, eksplorasi; dan segmen ketiga, kontemplasi. Walaupun bertemakan sejarah, pengunjung akan merasakan sensasi teknologi yang interaktif saat menggali informasi dari museum ini. Teknologi seperti layar sentuh yang menyajikan informasi melalui grafis menarik menjadi daya tarik atraksi museum.

Pengunjung juga dapat mencoba kaca mata virtual reality yang membuat dirinya seolah-olah menaiki balon udara mengelilingi area sekitar Gedung Sate. Dengan teknologi augmented reality, ada juga ruangan yang membuat pengunjung seolah-olah terlibat di dalam pengerjaan pembangunan gedung ini. * (Rivansyah Dunda).

Waktu operasional Museum Gedung Sate:

Selasa – Minggu

Pukul 09.30 – 16.00 WIB

Senin

Tutup