BandungKlik – Janda bolong, dalam beberapa tahun terakhir, memang banyak diperbincangkan masyarakat khususnya para penggemar fanatiknya. Betapa keindahan dan keunikan bentuknya telah menjadi buah bibir, bahkan perbincangan sering kali tak lepas dari seputar daya tawar harga jual.

Lantas, bagaimana dengan merawatnya? Mudah! Buat pemula, mari intip cara berikut ini.

Kualitas bibit

Langkah pertama adalah perhatikan kualitas bibit. Janda bolong umumnya diperbanyak dengan cara stek. Itulah mengapa ketika menanamnya pastikan mengambil batang dari tanaman induk yang sehat dan berkualitas baik.

Perhatikan kondisi tanah

Bagi tanaman apa pun, termasuk janda bolong, kondisi tanah pada media tanam harus baik sebagai tempat untuk tumbuh dan bernutrisi. Sebab, dari tanah itulah tanaman dapat memenuhi kebutuhan air dan mineralnya. Jika kondisi tanah tidak baik maka tanaman tidak akan tumbuh dengan baik pula.

Pupuk berkualitas

Selain memperhatikan kondisi tanah, sebaiknya pemberian pupuk berkualitas dilakukan secara teratur saat perawatan. Pemberian pupuk akan membuat tanaman menjadi lebih subur, sehat, dan mampu menangkal berbagai penyakit tanaman.

Nutrisi utama yang diperoleh janda bolong saat baru ditanam berasal dari media tanam. Akan tetapi, tanah tak bisa memberikan nutrisi terus-menerus dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, lakukan pemberian pupuk tambahan setelah enam bulan tanam.

Menyiram secara rutin

Berikutnya adalah melakukan penyiraman secara rutin. Proses ini sebaiknya dilakukan dua kali sehari, yaitu pagi dan sore. Hindari penyiraman saat siang sebab akan mengganggu proses fotosintesis.

Perhatikan sinar matahari

Janda bolong banyak diletakkan di tempat yang teduh, seperti teras dan di dalam rumah. Akan tetapi, tanaman sebaiknya mendapat sinar matahari meskipun secara tidak langsung. Caranya, diletakkan tak jauh dari jendela atau diberi atap jaring jika ditanam di pekarangan rumah.

Hindari gulma

Pastikan pot dan lingkungan di sekitar janda bolong jauh dari gangguan seperti gulma. Sebab, gulma dapat merebut nutrisi dan menyerap air yang dibutuhkan tanaman.*

Silakan baca:

Mengenal Liang Liu si Janda Merana dari Cina