Mie Aceh, Pedas Gurih dan Kaya Rempah

Mie Aceh dicampur kepiting
Mie Aceh dengan campuran kepiting. (Foto: pesona.travel)

 

BandungKlik – Mie Aceh, kuliner asal Aceh ini sudah tersohor ke seluruh wilayah Indonesia. Cita rasanya yang pedas, gurih, dan kaya rempah, sungguh menggugah selera. Terlebih jika ditambah bogabahari, semisal udang atau cumi-cumi.

Bahan utamanya mie kuning basah dengan campuran sayuran toge. Untuk bumbu atau rempah yang digunakan, yaitu cabai merah, bawang merah, bawang daun, seledri, bawang putih, kapulaga, kunyit, jinten, jahe, kemiri, adas manis, merica, dan lainnya. Saat dihidangkan, bisa ditaburi bawang goreng, acar, tomat, dan emping melinjo.

Daerah Aceh sendiri meman sejak lama dikenal memiliki banyak varian olahan mie dengan bumbu rempah khasnya. Di sana variannya beragam, mulai dari kepiting, tuna, tongkol, tiram, hingga lobster. Lazimnya disajikan dalam tiga jenis olahan, di antaranya mie goreng atau kering, mie tumis, dan mie kuah.

Silakan baca: 5 Mie Tradisional Indonesia, Nikmat dan Melegenda

Jika berkesempatan berkunjung ke sana, jangan heran kalau kesulitan mencari warung bertuliskan Mie Aceh. Karena para penjual di sana lebih senang menamai gerainya dengan nama penjual atau lokasi dagang. Seperti warung Mie Razali, Mie Simpang Lima, Mie Cek Mun, Mie Arang Tungkop, dan lainnya.

Sekadar bocoran, varian yang populer dan dianggap paling enak oleh masyarakat setempat, yakni mie kepiting. Sedangkan yang familiar ada pilihan tuna dan yang terkesan mewah dengan sensasi luar biasa, ada varian mie lobster.*