Meski Masih Pandemi, Event Parekraf Siap Digelar

Event Parekraf
Event Pariwisata Kabupaten Cianjur pada 2019 lalu. (Iwan Gunaesa/BandungKlik)

 

BandungKlik – Meski masih dalam situasi pandemi Covid-19, namun ragam event pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) siap digelar. Hal ini disampaikan langsung Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno beberapa waktu lalu.

“Saat ini pergelaran acara dengan mengumpulkan banyak orang sudah mendapatkan izin dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo,” ungkapnya, dikutip dari laman Kemenparekraf.

Adapun beberapa kegiatan event yang telah mendapatkan izin, antara lain olahraga, musik, MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition), dan berbagai acara budaya. Namun dalam pelaksanaannya, harus tetap mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Mulai dari memakai masker, menjaga jarak, hingga mencuci tangan dengan sabun.

Kemenparekraf akan bekerja sama dengan Polri, Satgas COVID-19, Kementerian Kesehatan, dan pemerintah pusat dalam memantau protokol kesehatan ketat dalam setiap event parekraf yang dijalankan.

Selain protokol kesehatan, masih ada sejumlah syarat yang harus ditaati bagi penyelenggara event di tengah pandemi. Salah satunya memperhatikan status lokasi kegiatan yang dipilih. Bisa dianalisa berdasarkan data penyebaran COVID-19 di wilayah tersebut.

Perlu diperhatikan, ada tiga klasifikasi wilayah, yaitu zona hijau, kuning, dan merah. Setiap zona itu akan menjadi patokan diberlakukannya event parekraf yang akan digelar. Pada zona hijau, acara bisa dilakukan secara terbuka dengan protokol kesehatan yang ketat.

Sedangkan event di zona kuning harus dilakukan secara hybrid, yaitu terbuka secara terbatas (luring) dan juga virtual (daring). Sebaliknya, jika diadakan di wilayah zona merah, maka sangat disarankan untuk menjalankan berbagai acara secara daring di tengah pandemi COVID-19 ini.

Silakan baca: Jangan Terlewat, Ini Top 10 Event Kota Bandung 2021

Selanjutnya, selama menjalankan event di sektor parekraf diwajibkan untuk memenuhi unsur CHSE, yaitu Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan).

Bertujuan untuk mengoptimalkan keberlangsungan ekonomi kreatif di tengah pandemi COVID-19. Ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan dalam menerapkan CHSE event yang akan dilaksanakan. Pekerja, pengunjung, tenant, hingga pengisi acara, maupun petugas kesehatan, harus selalu menjaga kondisi tubuh di bawah 37,3 derajat celcius.

Kemudian membawa perlengkapan sehat, masker dan hand sanitizer, menjaga jarak, menerapkan etika bersin dan batuk di tempat umum, serta menghindari kontak fisik.

Pemilihan tempat penyelenggaraan event juga perlu diperhatikan. Disarankan mempunyai area yang luas dan terbuka. Lalu pastikan memperkirakan kapasitas pengunjung, dengan menerapkan jaga jarak minimal 1 meter.

Rute jalan pun masuk dalam peraturan yang perlu diperhatikan. Mulai dari membuat jalan bersifat satu arah, membuat petunjuk arah, dan mempersiapkan rute darurat untuk mencegah papasan dengan banyak orang yang berlalu lalang.

Bagi yang memerlukan panduan lengkap terkait pelaksanaan CHSE saat event di tengah pandemi, dapat mengunjungi laman resmi CHSE Kemenparekraf: https://chse.kemenparekraf.go.id/pedoman.

Silakan baca: Sertifikasi CHSE Gratis Bagi Pelaku Parekraf, Ini Caranya

Semoga dengan diadakannya kembali berbagai event di sektor Parekraf, diharapkan menjadi titik terang bagi berbagai subsektor ekonomi kreatif di Indonesia.*