Menteri PPN Kunjungi Destinasi Wisata Kawah Putih

kawah putih bandung
Menteri PPN/Ka.Bappenas Suharso Monoarfa saat mengunjungi Kawah Putih. (Foto Fajar)

 

BandungKlik – Menteri PPN/Ka.Bappenas Suharso Monoarfa mengunjungi destinasi wisata alam unggulan di Jawa Barat, Kawah Putih baru-baru ini. Suharso kembali mengunjungi Kawah Putih setelah 44 tahun kunjungan terakhirnya.

Dalam kunjungan tersebut, Suharso merasa takjub melihat perubahan di kawasan wisata Kawah Putih, Ciwidey, Kabupaten Bandung itu. Perubahan mencolok menurutnya, tampak dari segi fasilitas. Seperti penerapan e-ticketing, parkiran, toilet, mushola, papan petunjuk, sign board temperature udara dan kelembaban.

Termasuk juga wahana-wahana baru, diantaranya jembatan ponton, skywalk Cantigi, spot-spot selfie, penataan kawasan, perbanyakan tempat sampah,  kondisi tepian kawah, penataan pedagang, parkiran dan sebagainya.

“Meskipun demikian, kami juga menyarankan supaya pengelolaan lebih ditingkatkan lagi. Misalnya seperti perbaikan jalan dari bawah sampai atas, penambahan wahana baru yang menarik seperti rumah pohon,  shelter-shelter, camping dan penginapan,  toilet dan sebagainya,” ungkapnya.

Sementara itu, General Manager KBM Ecotourism Perhutani yang diwakili Manager Marketing and Sale KBM Ecotourism Perhutani Janten Kuspriyadi menyatakan, meskipun cuaca dingin sekitar 14 derajat celcius ditambah turunnya kabut, Menteri PPN/Ka.Bappenas tampak antusias menyusuri kawasan wisata Kawah Putih.

Ia juga menjelaskan secara singkat terkait proses bisnis yang sudah, sedang, dan akan dilakukan dalam upaya pengembangan wisata alam di tengah pandemi Covid 19. Seperti penerapan sertifikat CHSE (cleanliness, healthy, safety, environment).

Silakan baca: Bobocabin, Penginapan Modern di Tengah Alam Rancaupas

Ditambah proses menggandeng mitra dan stakeholder dalam mengoperasikan kegiatan-kegiatan dengan prinsip kolaboratif yang saling menguntungkan. Antara lain vendor, koperasi angkutan “ontang-anting”, jasa travel, penginapan, warung-warung, penjual suvenir, dan sebagainya.

Selain stakeholder, tidak ketinggalan juga bekerja sama dengan LMDH di sekitar hutan Kawah Putih. “Kami berharap sektor pariwisata dapat menjadi tumpuan penggerak ekonomi di masa covid-19 ini,” pungkasnya.* (Fajar)