Menparekraf Dorong Pelaku Parekraf “Go Digital” Lewat Gernas BBI

Menparekraf dukung Gernas BBI
Menparekraf Sandiaga Uno saat perbincangan dengan Katadata. (Dok. Kemenparekraf)

 

BandungKlik – Gernas BBI 2021 (Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia) kembali diluncurkan pemerintah sebagai bentuk nyata dukungan terhadap produk dalam negeri, UMKM, dan ekonomi nasional. Termasuk bidang pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf).

Terkait hal ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong digitalisasi atau “go digital” para pelaku usaha parekraf Indonesia ke platform e-commerce.

Dalam siaran pers Kemenparekraf, saat bincang dengan Katadata, Kamis, (14/1/21) Sandiaga Uno menuturkan, Indonesia adalah pasar e-commerce terbesar di kawasan Asia Tenggara. Namun, produk ekonomi kreatif lokal belum menguasai pasar e-commerce di Tanah Air.

Sandiaga juga berkoordinasi dengan Menteri Perdagangan, M. Luthfi untuk meningkatkan kualitas dan tingkat onboarding bagi pelaku ekonomi kreatif lokal. Melalui sejumlah program dan insentif, seperti program Gernas BBI dan Beli Kreatif Lokal.

“Jadi kita menyiapkan program-program yang benar-benar inovatif sehingga bisa memberikan insentif kepada UMKM. Terutama yang bergerak di sektor ekonomi kreatif agar bisa onboarding di program-program e-commerce,” tutur Sandiaga.

Ia juga menambahkan, pada 2020, ada 3,7 juta unit usaha yang terdigitalisasi dalam program BBI. Angka ini lebih banyak dibandingkan target digitalisasi unit usaha yang telah ditetapkan dalam program BBI 2020, yaitu 2 juta unit usaha. Total ada 11,7 UMKM yang telah “go digital” dari sebelumnya 8 juta UMKM.

Data  tersebut harus dapat ditindaklanjuti untuk meningkatkan digitalisasi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif Indonesia. Dari total 64 juta UMKM di Indonesia, target digitalisasinya bisa ditingkatkan dari 11,7 juta menjadi 30 juta UMKM hingga 2023.

Silakan baca: Kemenparekraf & INACA : Tumbuhkan Rasa Aman Berwisata

Selanjutnya, Sandiaga menilai, aspek inovasi, adaptasi, dan juga kolaborasi dengan berbagai stakeholder terkait, memegang peranan penting dalam upaya membangkitkan kembali sektor parekraf yang terdampak pandemi COVID-19.

Selain itu, ia juga mengatakan, pentingnya pemanfaatan big data dalam pengambilan kebijakan dan menjalin kerja sama dengan platform e-commerce.

“Kita harus benar-benar punya data untuk bekerja sama. Karena tujuannya bukan hanya Bangga Buatan Indonesia sebagai slogan, sebagai jargon, tapi dampaknya tadi di peluang usaha dan lapangan kerja. Karena kalau kita lihat penetrasi pengguna internet di Indonesia sudah 73,7 persen atau sekitar 196,7 juta orang penduduk,” ujarnya.

Lebih lanjut Sandiaga menuturkan, pihaknya akan memanfaatkan platform media sosial Kemenparekraf/Baparekraf untuk mempromosikan program BBI, destinasi wisata yang ada di Indonesia, dan pentingnya penerapan protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability).

“Media sosial Kemenparekraf itu punya traction yang sudah bagus, jadi saya akan gunakan untuk menyambungkan dari sisi ekonomi kreatifnya. Dan saya yakin langkah kita ke depan harus bersinggungan dengan kesejahteraan masyarakat. Yaitu lapangan pekerjaan untuk pariwisata dan ekonomi kreatif ini. Khususnya milenial yang menjadi demografi utama kita. Di mana dari sisi supply and demand ini engagement digital, virtualisasi ini jadi bagian yang tidak terpisahkan,” pungkasnya.*