Menilik Peristiwa Sejarah di Bawah Monpera Jabar

Museum
Area foto dokumenter di Museum Monpera Jabar, Jalan Dipatiukur Kota Bandung. (Irwan Akhmad/Bandung Klik).*

 

BandungKlik Relief hitam-abu melengkung memanjang pada salah satu dinding plaza Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat (Monpera Jabar). Dinding itu berkisah secara global tentang peristiwa sejarah yang terjadi di Tanah Pasundan.

Tema relief terbagi dalam episode perjuangan. Ada sejarah Kerajaan Sunda, masa kolonial, Sumpah Pemuda 1928, Perjanjian Linggarjati 1946, Pemberontakan DI/TII, Long March Siliwangi, Tritura hingga Konferensi Asia Afrika tahun 1955. Inilah jalan menuju ruang pameran Museum Monpera Jabar.

Berlokasi di Jalan Dipatiukur No. 48 Kota Bandung, koleksi-koleksi museum bakal mengantarkan ingatan kita pada sejumlah peristiwa sejarah. Yang tak kalah penting, memaknai nilai-nilai patriotisme para pelaku sejarah yang tanpa pamrih. Mereka rela berkorban demi memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan.

Salah seorang pemandu museum, M Rikrik, tempo hari menerangkan, ruangan inti di bawah Monpera adalah ruang pamer, ruang diorama, perpustakaan, dan auditorium. Museum dilengkapi fasilitas umum seperti toilet dan musala.

Diorama Peristiwa

Ditata sedemikian rupa, sekeliling dinding ruangan museum memuat informasi sejarah. Menarik. Jika ditilik, sedikitnya ada tiga area utama yakni area diorama, area foto dokumenter, dan area pamer benda bersejarah.

Ada sembilan diorama yang menggambarkan sembilan peristiwa sejarah. Apa saja? 1) Diorama perjuangan Sultan Agung Tirtasaya, 2) Diorama Palagan Bojongkokosan, 3) Diorama partisipasi rakyat dalam pembangunan Jalan Raya Pos di Sumedang, 4) Diorama Perundingan Linggarjati 1946, 5) Diorama peristiwa Bandung Lautan Api 1946, 6) Diorama Long March Siliwangi pada Januari 1949, 7) Diorama Konferensi Asia Afrika 1955, 8) Diorama Operasi Pagar Betis (Operasi Brata Yuda) 1962, dan 9) Diorama Sakola Kautamaan Istri.

Di samping diorama, ada peristiwa yang disajikan secara visual dalam rupa foto dokumenter. Banyak juga koleksi benda bersejarah hingga artefak berupa naskah. Di salah satu sudut, dipamerkan replika kostum para pejuang kemerdekaan.

Fasilitas lain museum ini adalah auditorium. Yaitu, ruangan audiovisual berkapasitas lebih dari 100 kursi. Selain tempat berdiskusi, di ruang ini sering kali diputar dokumentasi film tentang perjuangan rakyat Jawa Barat. Museum yang dikelola UPTD Pengelolaan Kebudayaan Daerah Jawa Barat terbilang nyaman dan leluasa menjadi tempat mengenalkan sejarah sekaligus mewariskan nilai-nilai patriotisme kepada generasi saat ini. *

Waktu Kunjungan

Senin – Jumat

Pukul 08.00 – 16.00 WIB

Sabtu – Minggu

Reservasi (022 2506771)

Silakan baca:

Kuda Renggong Menari di Atas Kaki Sendiri