Menikmati Sunrise dan Keeksotisan Gunung Bromo

sunrise bromo
Pengunjung menikmati sunrise dari Penanjakan di kawasan Gunung Bromo Jawa Timur. (Irwan Akhmad/Bandung Klik).*

 

BandungKlik – Takjub. Begitulah kesan pertama ketika menyaksikan berubahnya rona cakrawala dari gelap menuju terang. Kali ini dari teras pandang Penanjakan di kawasan Gunung Bromo Jawa Timur. Sunrise—panorama menjelang pagi hari itu sungguh mengagumkan.

Secara geografis, Gunung Bromo berada di empat wilayah yakni Kabupaten Probolinggo, Malang, Lumajang dan Pasuruan. Salah satu akses transit yang mudah ditempuh adalah melalui Kecamatan Sukapura Probolinggo.

Di sini ada semacam terminal atau titik kumpul. Perlu diketahui, hanya kendaraan jenis jip (hardtop) yang disiapkan untuk mengantar sampai Penanjakan dan menyusuri lautan pasir di kaki Gunung Bromo. Tak ada pilihan lain. Mengingat, medan dan rute yang bakal ditempuh terbilang ekstrem. Lagi pula tak semua jenis transportasi mampu mencapai zona Penanjakan.

Untuk pergi pulang, biaya sewa shuttle car sekitar Rp 750 ribu per mobil. Satu jip memuat enam hingga tujuh penumpang.

Untuk sampai di Penanjakan memang tidak cukup mudah. Perjalanan mesti dilalui dengan persiapan ekstra. Mengapa? Karena perjalanan akan dilakukan saat dini hari. Terlebih, udara dingin dan berkabut.

Dari Sukapura ke Penanjakan sedikitnya akan menghabiskan waktu tempuh antara satu hingga satu setengah jam. Tak hanya berkelok-kelok melewati tepi jurang, rute juga disertai tanjakan ekstrem dan turunan tajam. Karena itu, adrenalin bakal dipacu sepanjang perjalanan di tengah gelap malam.

Namun, tak perlu khawatir. Para sopir jip yang mahir dan berpengalaman saja yang mengantar wisatawan bertualang sampai melintasi lautan pasir Bromo.

surise bromo
Terlihat di Penanjakan, Gunung Semeru menjulang di kejauhan. (Irwan Akhmad/Bandung Klik).*

Momen Sunrise

Di sekitar area penghentian jip di Penanjakan terdapat kedai-kedai yang menjajakan aneka makanan, minuman panas dan suvenir. Kita bisa mampir sejenak sembari menanti matahari terbit. Barangkali untuk sekadar istirahat, menikmati segelas teh, kopi ataupun wedang jahe. Kedai-kedai ini juga menyediakan perapian dalam tungku untuk menghangatkan badan dan telapak tangan. Sebab, di sini udara terasa makin menusuk tulang.

Teras pandang Penanjakan memang tak terlalu luas. Namun, bisa menampung ratusan pengunjung. Sejauh mata memandang, sebuah eksotisme keindahan alam tersaji mengagumkan. Sayang kalau dilewatkan tanpa diabadikan.

Matahari akan segera terbit dan muncul kekuning-kuningan dari ufuk timur. Begitu indah! Ketika langit perlahan terang, nampaklah Gunung Bromo. Di belakangnya, puncak Gunung Semeru membiru menjulang di kejauhan. *

Silakan baca:

Pantai Indrayanti, Primadona Wisata Bahari di Yogyakarta