BandungKlik – Bagi pecinta wisata sejarah bisa terbang ke Kalimantan Timur (Kaltim). Salah satunya di sana kalian bisa mengunjungi Museum Mulawarman. Tempat yang tepat untuk mengenal sejarah Kerajaan Hindu tertua di Indonesia, Kutai Kartanegara.

Sejarah museum ini tidak dapat dipisahkan dari sejarah budaya Kalimantan Timur secara keseluruhan. Bangunan induk museumnya pun merupakan bekas Keraton Kutai Kartanegara yang didominasi warna putih. Dibangun oleh Holland Beton mattscappy (HBM) tahun 1935 tepat pada masa pemerintahan Sultan Adji Mohammad Pariksit.

Sebelumnya, museum tersebut bernama Museum Kutai yang didirikan pada 25 November 1971. Dan menjadi bagian dari PUSKORA (Pusat Kebudayaan dan Olah Raga) yang diresmikan oleh PANGDAM IX Mulawarman kala itu, yakni Brigjen Sukertiyo.Tujuannya sebagai pusat untuk memelihara peninggalan sejarah Kerajaan Kutai Kartanegara.

Setelah pengelolaannya diserahkan kepada Pemprov Kalimantan Timur pada 18 Februari 1976, namanya berubah menjadi Museum Negeri Provinsi Kaltim “Mulawarman”. Pemakaian nama Mulawarman sendiri untuk mengabadikan seorang Raja Kutai Martadipura yang terkenal arif dan bijaksana.

Daya Tarik Museum Mulawarman

Museum Mulawarman kini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah dan budaya di Kaltim. Lokasinya terletak di tengah Kota Tenggarong. Jika dari Balikpapan dapat ditempuh melalui jalur darat dan sungai dengan waktu tempuh sekitar satu jam.

Ciri khas museum yang satu ini tampak di halaman depan yang terdapat duplikat Lembu Suana, lambang Kerajaan Kutai Kartenegara. Berikutnya ada kolam berbentuk naga yang merupakan lambang perjalanan hidup dan penjaga alam semesta yang telah menjadi bagian dari mitos masyarakat Kutai.

Hal menarik lainnya, kalian bisa melihat sebuah totem yang terbuat dari bahan kayu ulin berukuran tinggi 13 meter dengan diameter 60 centimeter. Totem ini menggambarkan perjalanan hidup masyarakat Dayak dari lahir dewasa sampai meninggal.

Silakan baca: Istana Kutai Kartanegara Kini Menjadi Museum Mulawarman

Kemudian di bagian bawah totem, terdapat ornamen yang berbentuk guci sebagai simbol dunia bawah (alam baka). Ada lagi bentuk ular sawah melingkar dari bawah ke puncak totem, yang merupakan lambang perjalanan hidup dan kejantanan (kaum pria). Di puncak totem, tampak ornamen Burung Enggang yang merupakan lambang dunia atas.

Berlanjut ke sebelah kanan gedung induk museum, pengunjung bakal melihat makam raja-raja Kutai Kartenegara yang dilengkapi dengan penataan taman yang apik asri. Di belakang bangunan juga terdapat miniature Goa Kombeng, lokasi ditemukannya Arca dan Prasasti Yupa. Bendanya dapat pengunjung lihat dalam ruang pameran tetap Museum Mulawarman, tepatnya di ruang 7 lantai II.

Di samping museum terdapat kantin dan toko suvenir, kompleks makam raja dan kerabat Kerajaan Kutai Kartenegara. Lalu pada gerbang museum terdapat patung dalam bentuk ular lembuh (istilah Kutai), pesut dan buaya. Patung tersebut dibuat untuk memperindahkan lingkungan museum dan memperoleh kesan menarik ciri khas Kerajan Kutai Kartenegara.

Koleksi Sejarah Museum Mulawarman

Berikut beberapa koleksi menarik yang bisa pengunjung nikmati di museum yang satu ini, antara lain:

  1. Singgasana
  2. Tempat perpaduan
  3. Pakaian kebesaran
  4. Tombak
  5. Keris
  6. Kalung
  7. Prasasti Yupa
  8. Tenunan dari Suku Dayak Benuaq namanya adalah Ulap Doyo dan alat tenun tradisional
  9. Ukiran-ukiran khas dari Suku Dayak Kenyah, Benuaq, Busang, Modang, Punan, dan etnis Dayak lainnya
  10. Keramik Cina, Eropa, Jepang, Vietnam, dan Thailand.
Arsitektur Bangunan Museum

Arsitektur gedung museum tersebut mengadopsi dari gaya bangunan tradisional Suku Dayak yang ada di Kutai. Antara lain berupa bangunan Bleh Peteh, yaitu wadah untuk kalangan bangsawan Suku Dayak Kenyah. Patung-patung Blontang yang berfungsi sebagai peralatan upacara adat kematian Suku Dayak. Serta beberapa bentuk Lungun yang semuanya ditata secara evokatif.

Silakan baca: Bertemu Hiu Paus di Perairan Berau Kaltim

Pengunjung yang akan masuk ruang pameran tetap, dapat melewati pintu utama pada bagian depan dengan tangga. Pada bagian kiri dan kanan tangganya terdapat arca patung harimau/macan sebagai simbol penjaga keamanan.

 

 

Sumber: kaltimprov.go.id