Mengenal Danau Satonda, Danau Purba Air Asin

danau satonda
Danau Satonda. (dok. indonesia.go.id).*

 

BandungKlik – Satonda, tempat indah yang tersembunyi di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Banyak orang belum mengenal pulau ini. Padahal, menyimpan sejuta pesona dan sejarah geografi yang luar biasa. Salah satu keunikannya, air Danau Satonda berasa asin.

Secara administratif, Pulau Satonda terhampar di wilayah Desa Nangamiro Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu tepatnya di lepas pantai utara Pulau Sumbawa.

Pulau Satonda dan perairan di sekitarnya punya luas mencapai 2.600 hektare. Dari total luas pulau, 2.146,3 hektare berupa perairan.

Menurut catatan sejarah, pulau ini terbentuk akibat letusan Gunung Satonda belasan ribu tahun silam. Karena itulah, gunung ini disebut gunungapi purba. Bahkan, katanya, berusia lebih tua ketimbang Gunung Tambora yang berjarak sekira 30 kilometer dari Pulau Satonda. Pulau mungil ini punya danau di tengah-tengahnya. Luasnya 335 hektare dengan kedalaman mencapai 86 meter.

Silakan baca:

Pesona Danau Toba, Destinasi Super Prioritas yang Menakjubkan

Danau Satonda adalah sebuah fenomena alam yang langka. Apa sebab? Danau ini airnya asin dengan tingkat kebasaan (alkalinitas) sangat tinggi ketimbang air laut kebanyakan. Sebetulnya, danau itu berisi air tawar. Hal ini dibuktikan dari deposit gambut di bawah endapan menyerupai mineral laut di tepi danau.

Waktu itu, danau dibanjiri air laut yang merembes melalui celah dinding kawah yang runtuh. Permukaan air laut 1 – 1,5 meter lebih tinggi dibandingkan saat ini. Akan tetapi, ketinggian danau sekarang relatif stabil sekaligus menandai tak ada lagi hubungan dengan air laut.

Oleh karena tingkat keasinan yang tinggi itu, di seputar pulau hanya sedikit vegetasi yang tumbuh. Letusan Gunung Tambora yang dahsyat pada 1815 telah menghancurkan hutan di Satonda. Tak adanya pepohonan menyebabkan berkurangnya penguapan dan air hujan pun banyak terkumpul di kawah. Itulah mengapa lapisan air bagian atas menjadi lebih tawar.

Pada saat yang bersamaan, sebagian air yang lebih tua dan lebih asin tertekan ke bawah dan keluar melalui pori-pori bebatuan vulkanik yang terbuka. *

 

Sumber: indonesia.go.id