Mengenal 4 Museum Seni Rupa di Indonesia

Museum Seni Rupa Indonesia
Sejumlah pengunjung sedang mengamati koleksi Galeri Nasional (dok. @galerinasional)

 

BandungKlik – Seni rupa sudah dikenal di Indonesia berabad-abad lalu. Banyak peninggalan-peninggalan seni rupa masa lalu, seperti arca, lukisan, topeng, dan lainnya, kini menjadi koleksi sejumlah museum seni rupa di Indonesia.

Untuk menikmati koleksi-koleksi tersebut, galeri atau museum seni rupa bisa menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi. Di Indonesia sendiri, ada berbagai galeri atau museum seni rupa yang tersebar di berbagai wilayah. Koleksinya mulai dari karya seni kontemporer, hingga karya-karya klasik sejak zaman kerajaan dulu.

Beberapa museum di Indonesia yang sekaligus galeri seni rupa, banyak yang memajang karya-karya legendaris dari seniman terkenal tanah air. Berikut ini ada 4 museum atau galeri seni rupa yang menyimpan karya-karya terbaik di Indonesia, bersumber dari laman Kemenparekraf.

Galeri Nasional 

Museum atau galeri ini berlokasi di Gambir, Jakarta Pusat. Termasuk museum seni rupa yang sangat lengkap. Terdiri dari 2 ruang pameran utama, yaitu ruang pameran tetap dan ruang pameran temporer.

Di ruang pameran tetap terdapat koleksi lukisan dari berbagai seniman lokal dan internasional. Sedangkan di ruang pameran temporer, pengunjung bisa menyaksikan seni tematis yang diselenggarakan pada periode-periode tertentu.

Silakan baca: Museum Timah Indonesia, Pertama di Asia

Koleksi seni rupa di Galeri Nasional mencapai sekitar 17.000 karya. Meliputi karya lukisan, foto, hingga pahatan. Bukan hanya karya seni rupa klasik, Galeri Nasional juga memamerkan karya seni rupa kontemporer yang mendukung selera masa kini.

Koleksi-koleksi tersebut didominasi karya legendaris dari seniman Indonesia. Ada pula karya yang berasal dari negara lain, antara lain Peru, Kuba, India, Sudan, Myanmar, dan Vietnam.

Museum Nasional (Museum Gajah)

Museum Nasional, Museum Seni Rupa Indonesia
Museum Nasional atau Museum Gajah. (dok. Museum Nasional)

Museum yang pertama kali dibuka pada 1962 ini, sering disebut Museum Gajah karena adanya patung gajah di halaman depan museum. Gedungnya merupakan bangunan heritage peninggalan masa pemerintahan kolonial Belanda.

Museum Nasional memiliki koleksi yang lengkap karena fungsinya sebagai museum tingkat nasional. Koleksi seni rupanya, sebagian besar koleksi empat dimensi yang mayoritas merupakan karya-karya klasik. Ciri khasnya berupa koleksi patung dan arca dari berbagai zaman.

Terkait koleksi seni rupa di museum yang berlokasi di Jakarta ini, memang tak ada jumlah pasti. Namun jika dijumlahkan seluruh koleksi Museum Nasional mencapai sekitar 140.000 koleksi.

Museum Macan

museum seni rupa museum macan
Suasana Museum Macan (dok. Museum Macan)

Museum Macan digagas dan didirikan Haryanto Adikoesoemo, seorang kolektor seni Indonesia pada November 2017. Dibangun di atas lahan seluas 4.000 meter persegi. Koleksinya mencapai sekitar 800 karya seni kontemporer dan modern. Bentuknya tidak hanya berupa tulisan, tapi juga dalam berbagai medium dan teknik.

Nama Museum Macan tersebut, merupakan singkatan dari “Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara”. Keunikan museum ini, tata letak koleksinya selalu diubah dalam tempo yang rutin.

Museum Macan pertama kali naik daun berkat karya seniman Yayoi Kusama berjudul “Life is The Heart of Rainbow”.  Museum ini juga menjadi institusi pertama di Indonesia yang mengizinkan akses publik terhadap koleksi seni modern dan kontemporer di Indonesia.

Museum Seni Rupa dan Keramik

Museum seni rupa dan keramik Indonesia
Salah satu sudut Museum Seni Rupa dan Keramik. (dok. jakarta-tourism.go.id)

Museum Seni Rupa dan Keramik mempunyai 500 karya seni rupa yang terdiri dari berbagai bahan dan teknik. Museum yang berada di area Taman Fatahillah ini, menyimpan berbagai koleksi penting terkait dengan sejarah seni rupa di Indonesia.

Sejumlah lukisan penting dan masterpiece yang ada di sana, diantaranya lukisan karya Hendra Gunawan berjudul “Pengantin Revolusi”, “Bupati Cianjur” karya Raden Saleh, “Ibu Menyusui” karya Dullah, ”Seiko” karya S. Sudjojono, hingga “Potret Diri” karya Affandi.

Silakan baca: Tips Anti Bosan Saat Berkunjung ke Museum

Gedung museum tersebut dibangun pada 1870. Namun baru berfungsi sebagai Museum Seni Rupa dan Keramik pada 1990. Selain lukisan, museum ini juga menyimpan berbagai koleksi patung cantik dan legendaris. Salah satu patung yang fenomenal yaitu Patung Bali karya I Wayan Tjokot dan keluarga.

Museum ini juga dilengkapi perpustakaan dengan beragam buku seni rupa. Pilihan tepat bagi Anda yang ingin mencari panduan tentang seni rupa Indonesia.*