Mengapa Burung Murai Harganya Bisa Selangit?

burung murai batu
Murai hutan. (rimbakita).*

 

Murai adalah salah satu burung kicau yang digemari oleh masyarakat karena punya warna, suara dan ekor yang indah.

 

BandungKlik – Habitat asli burung murai sebetulnya di pedalaman hutan dan tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia, terutama Pulau Sumatera. Medan, Nias, dan Lampung dikenal sebagai wilayah penyebaran burung mungil berpenampilan dan bersuara “gacor” ini. Jenis lain juga tersebar di Kalimantan, Malaysia hingga India.

Dua dekade terakhir, banyak penghobi yang berhasil mengembangbiakkan murai. Jadinya, reproduksi meningkat dan populasinya di hutan lebih terjaga khususnya dari perburuan ilegal. Hal ini juga berpengaruh besar pada nilai jual per ekor terutama anakan. Jenis murai batu (Copsychus malabaricus) paling banyak diincar dan dicari para penghobi burung.

Saat ini, untuk anakan jantan dijual oleh peternak pada kisaran Rp1.000.000 – Rp2.000.000. Satu hal penting yang menjadi ciri burung tersebut hasil dari ternak adalah cincin (ring) di kakinya. Boleh dibilang cincin ini wajib dipasang di kaki murai saat masih anakan alias protolan.

Selain menandakan hasil ternak, keberadaan cincin menjadi poin penting saat burung kelak diikutsertakan dalam kontes. Sering kali murai tanpa cincin batal ikut lomba, bahkan saat pendaftaran pun si empunya sudah harus menepikannya karena ketentuan dan aturan.

Kelebihan

Burung murai punya kelebihan di samping harganya yang selangit, yaitu kicauan yang merdu dan khas serta keahlian menirukan suara burung lain. Meski mungil, burung fighter atau “petarung” ini punya postur tubuh ideal dan gaya berdiri yang tegap. Ia akan terusik jika ada burung yang sama di dekatnya.

Untuk kenyamanannya, memelihara burung ini juga tidak bisa sembarangan. Sangkar yang digunakan umumnya bundar dengan diameter besar antara 51 – 60 centimeter sebab ekor burung murai relatif panjang. Boleh dibilang ekor yang panjang lebih bernilai di mata para penghobi. Jadi, tak ada ekor pendek yang harganya selangit.

Sepintas, murai jantan dan betina terilihat sama, yaitu lincah, gesit, dan punya nafsu makan yang tinggi. Akan tetapi, kalau dilihat lebih jeli akan terlihat perbedaannya. Betina bulunya agak kusam, sedangkan jantan punya warna hitam dan cokelat yang cerah dan ekor panjang.

Agar suaranya bisa gacor, murai jantan mesti dirawat dengan baik. Bukan hanya pakan yang kaya nutrisi dan pola makan yang tepat, tetapi juga kondisi kandang yang bersih hingga rutin menjemurnya. Bagaimana, Anda tertarik memeliharanya di rumah? *

Silakan baca:

Lovebird yang Memesona, Ini Lima Faktanya

Danau Limboto Kaya Keragaman Hayati Burung Langka