Menengok Arsitektur Unik Rumah Adat Lampung

Rumah adat Lampung
Lamban Dalom. (Irwan Akhmad/ BandungKlik).*

 

Lampung dikenal sebagai provinsi yang kaya akan keragaman budaya dan kehidupan sosial yang kental, salah satunya tercermin pada arsitektur rumah adat.

 

BandungKlik – Dalam bahasa Lampung dialek api, rumah adat Lampung disebut lamban, anjung atau mahan. Bahasa Lampung dialek nyow menyebutnya nuwo. Penyebutan lamban dan anjung digunakan oleh jurai (sistem keadatan) masyarakat adat Saibatin. Sementara itu, mahan dan nuwo lumrah digunakan untuk menyebut rumah adat Jurai Kepenyimbangan.

Rumah adat yang kami kunjungi adalah bangunan tradisional yang dibuat Ibrahim Gelar Pemuka ketika dia mendirikan Kampung Negeri. Bangunan terbuat dari kayu dengan siger besar di atapnya.

Diandra Natakembahang—adoq batin budaya marga, menjelaskan arsitektur rumah adat Lampung di Rumah Adat Kebandaran Marga Balak Lampung Pesisir, Bandar Lampung, Provinsi Lampung.

Menurut dia, rumah adat Lampung atau lamban umumnya berbentuk panggung dengan bagian ruangan tertentu yang punya sebutan dan fungsi masing-masing. Pada bagian belakang rumah biasanya terdapat bangunan yang disebut balai, yaitu lumbung penyimpanan padi.

Pada dasarnya tipikal rumah adat Sang Bumi Ruwa Jurai diklasifikasikan berdasarkan hierarki seseorang di dalam adat. Kediaman dari kepala adat Saibatin dan rumah masyarakat adat lainnya tentu saja tidak sama.

Disambut hangat dan diterima di lamban dalom memang memberi kesan tersendiri beberapa waktu lalu. Terlebih, bangunan tersebut sudah berdiri selama lebih dari seabad. Kayu-kayu yang menjadi bahan rancang bangunnya pun terlihat masih kokoh dan terawat. Namun, ada beberapa bagian rumah yang sudah direnovasi.

Bagian-bagian rumah

Bagian rumah adat Lampung dalam masyarakat adat Saibatin terdiri dari tengebah, yaitu halaman atau bagian depan dari lamban panggung. Bagian terbuka ini biasanya digunakan untuk menjemur hasil panen atau tempat penyambutan tamu saat dilangsungkannya tayuhan atau acara adat.

Sebelum masuk ke bagian dalam lamban, kita akan melangkahkan kaki menapaki tangga yang disebut jan. Lepau atau bekhanda adalah bagian yang akan dilalui kemudian sebagai ruang terbuka yang lumrah digunakan sebagai tempat berkumpul santai.

Di bagian dalam ada lapang luakh, yaitu ruang tamu. Pada saat digelar acara adat berfungsi sebagai tempat musyawarah atau himpun. Ruang keluarga di rumah unik tradisional ini disebut lapang lom atau tengah lapang, juga lazim digunakan pada saat himpun adat. Fungsi lain lapang lom dan lapang luakh adalah sebagai tempat bedu’a (tahlilan) dan tempat hidangan perjamuan adat (pangan).

Sebagaimana rumah pada umumnya, kamar tidur adalah ruang yang paling privasi. Begitu pun bilik kebik di lamban dalom sebagai kamar utama empunya rumah dan tebelayakh sebagai kamar kedua. Selain ruang-ruang tadi, masih ada beberapa ruangan dengan nama dan peruntukan yang berbeda. *

 

Silakan baca: 

Tari Bedana, Tarian Gembira Sarat Makna

Menjelajah Lampung Lewat Koleksi Museum