BandungKlik – Kue te’re atau bisa disebut juga kue jaring merupakan salah satu camilan khas Selayar, Sulawesi Selatan. Tekstur kue ini kering dengan bentuk menyerupai jaring-jaring dan berwarna agak kecoklatan.

Camilan khas Selayar tersebut memiliki cita rasa yang manis. Warna cokelat dan rasa yang manis ini berasal dari gula merah yang dicairkan. Sangat nikmat menyantapnya bersama minuman the tawar hangat atau kopi.

Keberadaan kue te’re ini sudah ada sejak zaman kerajaan. Kala itu kue ini disajikan untuk para raja. Namun seiring zaman, kini semua orang bisa mencicipinya dan menjadikannya sebagai makanan dalam adat pernikahan di Kepulauan Selayar.

Proses pembuatan camilan khas Selayar ini pun cukup sederhana, diawali dengan menyiapkan bahannya terlebih dahulu. Di antaranya minyak sayur, gula pasir, gula merah, dan tepung beras.

Silakan baca: Tiga Objek Wisata Alam Unggulan Kepulauan Selayar

Setelah semua bahannya siap, lanjut dengan pembuatan kue. Pertama, ambil air gula terlebih dahulu jika air gula sudah matang. Lalu campurkan air gula yang kita masak tadi dengan tepung beras sambil diaduk hingga merata.

Proses selanjutnya, menggoreng adonan kue te’re tersebut menggunakan cetakan yang dinamakan kada’ro. Kada’ro merupakan cetakan yang terbuat dari batok kelapa dan memiliki lubang di bagian bawahnya.

Lubang-lubang pada Kada’ro berfungsi sebagai jalan keluar adonan untuk masuk langsung ke dalam minyak panas. Ketika adonan keluar, tak lupa kada’ro digerak-gerakkan membentuk seperti lingkaran agar adonan membentuk jaring – jaring sempurna.

Silakan baca: TN Taka Bonerate Miliki Karang Atol Terbesar ke-3 di Dunia

Jika warna adonan agak kecokelatan, saatnya melipat-lipat kue ke’re di atas wajan. Setelah berbentuk persegi dan warnanya agak kecokelatan, hal ini menandakan kue bisa diangkat dan ditiriskan. Kemudian kalau kue agak dingin, saatnya diberikan taburan gula merah yang telah dicairkan.*