BandungKlik – Kini ada daya tarik baru di outlet C59, Jalan Merak No. 2, Kota Bandung. Yaitu Pasar Anggrek C59 yang menampilkan ragam jenis bunga anggrek yang cantik-cantik. Para pecinta bunga yang satu ini bolehlah melirik dan mampir.

Pasar Anggrek C59 merupakan rintisan Mas Wiwied sapaan akrab Marius Widyarto (65) sang pemilik brand kaos C59 bersama sang istri. Ia berkolaborasi bersama dengan Kusnadi A. (61) pakar tanaman Anggrek membuka pasar bunga ini sejak Minggu, 30 Oktober 2022 lalu. Kegiatan ini pun didukung Great People (GP).

Di tempat tersebut menampilkan beberapa jenis tanaman anggrek, tepat di depan outlet C59. Tersedia dalam berbagai varietas, warna, dan ukuran.

“Saya bersama istri Mas Wiwied yaitu Ibu Maria. Kita  menampilkan berbagai jenis anggrek di pelataran C59. Kami tak hanya menyediakan aneka tanaman anggrek saja. Bertahap bakal ada kaos eksklusif bertema serba anggrek dan pernak-pernik unik lainnya,” papar Kusnadi saat ditemui langsung di lokasi.

Kusnadi pun berbagi sedikit tips perawatan anggrek. Menurutnya, anggrek membutuhkan sedikit perawatan setelah semua kebutuhan dasarnya terpenuhi, seperti cahaya, suhu, dan kelembapan.

Bunga yang satu ini termasuk salah satu tanaman hias populer yang banyak ditanam di rumah.  Selain karena tampilannya yang cantik, tanaman anggrek juga perawatannya relatif mudah.

Silakan baca: Yuk Petik Jeruk Jepang di Wisata Mupu Jeruk Bandung!

“Asalkan memahami kondisi ideal tanaman serta persyaratan perawatannya, sehingga juga cocok untuk pemula,” sambung Kusnadi yang juga anggota Persatuan Anggrek Indonesia (PAI – Jabar) sejak 2017. Kini ia pun menjabat sebagai Ketua Bidang Program dan Evaluasi PAI Jabar.

Kenalkan Anggrek ke Generasi Milenial

Di hari-hari berikutnya, kata Kusnadi, di Pasar Anggrek C59 ini secara bertahap akan memperkenalkan tanaman anggrek ke kalangan muda utamanya generasi milenial.

“Dari hobi anggrek kita justru bisa berwirausaha, bisa dapat cuan lumayan. Ada persilangan, media, pembibitan, pemasaran dan banyak lainnya,” sebutnya.

Kelebihan dari Pasar Anggrek C59 ini, selain pengunjung bisa membeli, juga bisa berkonsultasi dan belajar anggrek lebih dalam lagi. Kusnadi beserta Mas Wiwied dengan senang hati siap memberikan konsultasi dan wawasan seputar pengembangan anggrek.

Menurut Ronny A. (45), rekan Kusnadi yang sehari-hari menjaga Pasar Anggrek C59 ini, di tempat tersebut tersedia beraneka jenis anggrek.

“Kami sediakan jenis Anggrek Bulan Hybrid, Dendrobium Bulat, Vanda,  Cattleya, dan Oncidium. Pokoknya perlengkapan pehobi anggrek, jangan khawatir bertahap bakal ada,” ujar Ronny yang juga menjabat sebagai Bendahari II PAI Jabar.

Segmen Pasar Tanaman Anggrek

Sejak 2015 ada tren kenaikan dari tahun ke tahun tentang pasar tanaman anggrek. Cuplikanya ada di Outlook Anggrek 2015 dari Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian. Di situ ada pembahasan tentang perkembangan luas panen di sepanjang periode tahun 1997 – 2015. Outlook Anggrek 2015 ini mencatat, ada peningkatan rata-rata sebesar 3,95 persen.

Silakan baca: Kampung Wisata Kreatif Cigadung, Destinasi Wisata Lengkap di Bandung

Sementara itu, kapasitas produksi anggrek di sepanjang 1997–2014 juga cenderung naik, rata-rata pertumbuhannya mencapai 10,67 persen. Jika produksi anggrek pada 1997 sebesar 6,50 juta tangkai, sedangkan pada 2014 jumlah produksinya naik hingga mencapai 19,74 juta tangkai.

Soal bibit, sekarang sudah banyak tersedia bibit botolan yang dipasarkan oleh para penyilang yang juga selaku produsen. Mereka pun memasarkan pula ke masyarakat petani lainnya. Selanjutnya para petani tersebuut akan memproduksi tanaman remaja, dewasa, dan tanaman berbunga.

Termasuk bunga potong yang segmen pasarnya para florist dan dekorator. Juga tanaman berbunga dengan segmen pasar hotel, restoran, dan perkantoran, masih terbuka lebar pasarnya.

Prospek Cihuy Bisnis Anggrek

Kusnadi yang merupakan pensiunan Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Jabar pada tahun 2017, punya misi khusus soal dunia anggrek ini dan keberadaan Pasar Anggrek C59 ini.

“Minggu depan, sedang digagas kelas bimbingan teknis tentang budidaya anggrek. Ini sekaligus memupus kesan berhobi anggrek itu mahal. Justru, kalau tahu dalam-dalamnya malah mengasyikkan. Apalagi bagi kaum milenial, yang jelas mah cihuy ajah,” tutur Kusnadi.

Sekilas prospek agrobisnis tanaman hias anggrek di Indonesia masih terbuka, berpotensi besar untuk tumbuh dan berkembang. Dari segi kapasitas produksi, Indonesia terlihat masih jauh untuk mencukupi permintaan pasar, baik pasar domestik maupun mancanegara.

Silakan baca: Ini 5 Rekomendasi Tempat Brunch di Kota Bandung

Potret di tahun-tahun berikut tak jauh berbeda. Tren kenaikan masih muncul menyertai sektor budidaya anggrek ini. Berdasarkan kilasan rangkaian data di atas, tanaman anggrek sebagai sektor agrobisnis florikultura memperlihatkan prospek sangat menarik.*