Maurice Garin mencatatkan namanya dalam daftar pembalap juara Tour de France (TdF). Ia adalah juara edisi perdana tahun 1903 sekaligus pemegang rekor margin waktu terbesar sepanjang sejarah. TdF 2021 saat ini sedang berlangsung, 26 Juni – 18 Juli.

 

BandungKlik – Tour de France adalah salah satu dari tiga tur besar bersepeda di dunia. Balap sepeda jalan raya jarak jauh yang digelar tiap Juni atau Juli ini dirintis media olah raga L’Auto/ L’Equipe. Grand tour dunia lainnya yang bergengsi adalah Giro d’Italia dan Vuelta a Espana.

Sejak pertama bergulir TdF telah melahirkan ratusan pembalap juara dari berbagai negara. Salah seorang di antara mereka adalah Maurice Garin. Sebelum ikut lomba balap sepeda profesional, Garin tak lebih dari seorang pengendara sepeda. Bahkan, saat remaja ia bekerja sebagai buruh penyapu cerobong asap. Penghasilannya yang kecil ia gunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan keluarganya.

Garin adalah putra pertama dari Maurice-Clément Garin dan Maria Teresa Ozello. Ia lahir pada 3 Maret 1871 di Arvier, tepatnya di Lembah Aosta di utara-barat Italia, dekat perbatasan Prancis. Di desa kelahirannya, Garin kecil dan adik-adiknya hidup di tengah keluarga sederhana sebelum pindah ke dekat perbatasan Belgia.

Pada 1889 ia kembali dan menetap di Prancis tepatnya di Maubeuge. Pada usia 21 tahun, Garin memutuskan naturalisasi dan mengambil kewarganegaraan Prancis.

Pembalap profesional

Maurice Garin punya kecepatan, akselerasi, fisik, dan teknik yang baik dalam memacu sepeda. Kepiawaiannya mulai diuji dalam sebuah ajang balap sepeda amatir regional Maubeuge-Hirson sejauh lebih dari 200 kilometer di tahun 1892. Namun sayang, sang pembalap Maubeuge Cycling Club hanya mampu finis di urutan kelima.

Kemenangan pertama Garin diraih pada 1893 dalam kejuaraan di Namur-Dinant-Givet di Belgia sejauh 102 kilometer. Kejuaraan lainnya adalah Paris-Roubaix, Paris-Brest-Paris, Guingamp-Morlaix-Guingamp hingga Bordeaux-Paris.

Silakan baca:  Penny-farthing, Makin Tenar Berkat Analogi Uang Koin Inggris

Tour de France

Puncak kejayaan Garin terukir pada tahun 1903 di kejuaraan besar TdF yang berlangsung 1 s.d. 19 Juli. Le petit Ramoneur menyelesaikan rute tempuh sejauh 2.428 kilometer. Secara meyakinkan, ia mencatatkan total waktu 94 jam 33 menit 14 detik sebagaimana dikutip dari letour.fr.

Maurice Garin begitu mendominasi tur perdana sehingga pesaing terdekatnya finis 2 jam 59 menit 21 detik di belakangnya. Ia memenangi tiga dari total enam stage dan menjadi juara klasifikasi umum.

Sampai saat ini, margin 2 jam 59 menit 21 detik itu masih yang terbesar sepanjang sejarah TdF. Dengan pembalap terakhir—Arsene Millocheau (peringkat 21), selisih waktunya mencapai 60 jam 57 menit 30 detik.

Sebetulnya, The Little Chimney-sweep dapat mempertahankan gelarnya andai saja TdF edisi kedua (1904) yang dimenanginya tak didiskualifikasi. Garin memegang titel juara TdF perdana sekaligus terakhir sepanjang keikutsertaan dirinya.

Tahun 1903, baginya adalah tahun yang dijalani dengan prestasi terbaik di ajang balap sepeda profesional.  Demikian juga di tahun 1904 meski sebagian besar orang menilainya sebagai masa terburuk Garin. Ia dianggap melakukan tindakan tidak sportif di tengah lomba sehingga berujung pembatalan gelar.

Masa pensiun

Memang, nama besar Garin tak pernah redup. Sebagai bentuk penghargaan atas prestasinya, pada 1933 di Lens, Prancis, dibangun velodrom dan diberi nama Stade Vélodrome Maurice Garin. Pemerintah Prancis menganugerahi medali emas pendidikan jasmani kepadanya pada 1938.

Ketika pensiun dari balap sepeda profesional Garin menetap di Lens. Minatnya pada aktvitas bersepeda tetap bersemi dan tidak serta-merta berhenti. Ia sempat membuka bengkel sepeda untuk beberapa waktu. Maurice Garin meninggal pada 19 Februari 1957. *

Silakan baca: Sejarah 8 Juli, Vasco da Gama Memulai Pelayaran ke India