Masjid Tiban, Berdiri Unik dengan Kisah Aneh

masjid tiban
Masjid Tiban di Kabupaten Malang. (Irwan Akhmad/ Bandung Klik).*

 

BandungKlik – Masjid Tiban di Desa Dananrejo Kecamatan Turen Kabupaten Malang Jawa Timur namanya melambung dalam beberapa tahun terakhir. Pembangunannya yang terkesan aneh dan arsitekturnya yang unik membuat masjid ini banyak dikunjungi wisatawan dan peziarah.

Di sebelah selatan Kota Malang, Masjid Tiban berdiri kokoh dan anggun. Keanggunan arsitekturnya tercermin hampir dalam setiap dekorasi dan ornamen bangunannya.

Masjid ini sempat menjadi perbincangan ihwal proses pembangunannya. Sebagian masyarakat percaya tempat ibadah tersebut dibangun oleh bangsa jin. Apa sebab? Tak lain, masyarakat mengetahui kemunculan bangunan masjid yang tiba-tiba di tengah permukiman. Satu hal yang mengherankan aktivitas pembangunannya tak diketahui masyarakat setempat. Bahkan, beberapa cerita berembus masjid tersebut dibangun dalam satu malam saja.

Menurut salah seorang warga sekitar, sering kali mobil barang masuk ke area pesantren memuat bahan bangunan. Namun, tak pernah ada alat berat pun yang terlihat. Padahal, dengan bangunan besar dan tinggi rasanya sulit dibayangkan pembangunannya tanpa menggunakan alat berat.

Oleh karena itulah, masyarakat menyematkan nama “Tiban” pada masjid berarsitektur indah itu. Nama tersebut berarti masjid yang muncul secara ajaib dan tiba-tiba. Padahal, sesungguhnya masjid sekaligus pondok pesantren itu punya nama Salafiyah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah.

Terlepas dari kisah ajaibnya, Masjid Tiban punya bentuk bangunan yang anggun. Dibangun di atas lahan seluas 4 hektare, peletakan batu pertamanya dimulai pada 1976 oleh sang pemilik Kiai Ahmad. Pengerjaan bangunan dilakukan para santri dan jemaah.

Silakan baca: Kemegahan Masjid Islamic Center Samarinda

Silakan baca: Nurd Kamal, Masjid Paling Utara di Dunia

Konon, rancangan Masjid Tiban dengan arsitektur unik itu buah dari istikharah Kiai Ahmad. Setiap bangunan kamar dan ruangan bagian dalam selalu berdasar pada istikharahnya. Termasuk dalam hal ukuran kamar, ornamen, warna cat hingga dekorasi yang digunakan.

Perpaduan gaya arsitektur Nusantara, Arab, India, China, dan modern yang kuat dan mengagumkan menghiasi fisik masjid ini. Kubah-kubah dihias sentuhan kaligrafi berwarna cerah, biru muda, dan emas. Sedangkan ornamen etnik khas Timur Tengah mewarnai dinding di sejumlah ruangan dan koridor. Yang unik, tiap ruangan punya desain interior yang berbeda dengan dominasi kaligrafi.

Silakan baca: Masjid Raya Baiturrahman, Wisata Religi Favorit di Aceh

Silakan baca: Masjid Cipaganti, Paling Tua di Bandung Utara

Bangunan utama pondok pesantren dan masjid ini terdiri dari 10 lantai. Lantai 1 sampai 4 digunakan sebagai tempat aktivitas rutin santri. Lantai 6 didesain seperti ruangan keluarga, sedangkan lantai 5, 7, dan 8 dimanfaatkan untuk niaga yang dikelola para santri wanita. Di gerai tersebut dijual aneka makanan ringan, cendramata, pakaian berupa sarung, sajadah, jilbab hingga tasbih.

Saat berkunjung ke sana nampak beberapa ruang dan ornamen masih dalam tahap pekerjaan. Mungkin agak berbeda dengan yang lain, masjid ini dilengkapi kolam renang dan dilengkapi perahu khusus untuk wisatawan anak-anak. Setiap hari, Masjid Tiban ramai dikunjungi pelancong atau peziarah dari berbagai daerah. *

Silakan baca: Masjid Agung Natuna Tampil Megah Mirip Taj Mahal

Silakan baca: Masjid Agung Banten, Salah Satu Masjid Tertua di Indonesia