Masjid Luar Batang Jakarta, Dibangun pada Abad 18

Masjid Luar Batang
Masjid Luar Batang. (dok. jakarta-tourism.go.id)

 

BandungKlik – Ibu Kota Jakarta menyimpan salah satu cagar budaya berupa masjid sebagai saksi bisu penyebaran Islam di Batavia. Masjid Jami Keramat Luar Batang namanya, atau lebih populer dengan sebutan Masjid Luar Batang.

Masjid bersejarah di Jalan Luar Batang, Gang V No. 1, Penjaringan, Jakarta Utara ini, banyak didatangi ribuan peziarah setiap harinya, karena di sana terdapat ruang makam keramat Al-Habib Husein bin Abubakar Alaydrus (Habib Husein) dan asistennya, seorang keturunan Tionghoa bernama Habib Abdul Kadir.

Bersumber dari situs jakarta-tourism.go.id, Habib Husein sendiri merupakan seorang Arab Hadramaut yang hijrah ke tanah Jawa melalui Pelabuhan Sunda Kelapa pada 1736. Silsilahnya dikatakan tersambung kepada Nabi Muhammad SAW.

Habib Husein inilah yang membangun Masjid Jami Keramat Luar Batang pada abad ke-18. Ia juga dikenal sebagai tokoh penentang Kolonial Belanda di kawasan Sunda Kelapa. Karena sikapnya tersebut, ia sempat merasakan kehidupan penjara. Habib Husein wafat pada 24 Juni 1756 dalam usia yang relatif masih muda, kurang dari empat puluh tahun.

Masjid itupun diberikan nama sesuai dengan julukan Habib Husein, yaitu Habib Luar Batang. Ia dijuluki demikian, konon dahulu saat Habib Husein meninggal dan hendak dikuburkan di sekitar Tanah Abang, tiba-tiba jenazahnya sudah tidak ada di dalam “kurung batang”.

Silakan baca: Sepotong Sejarah Masjid Agung Serang

Hal tersebut berlangsung hingga tiga kali. Akhirnya para jemaah kala itu bermufakat untuk memakamkan dia di tempatnya sekarang ini. Jadi maksudnya, keluar dari “kurung batang”.

Bangunan masjid yang masuk cagar budaya Pemprov DKI Jakarta ini, berdiri kokoh menghadap ke Pelabuhan Sunda Kelapa. Di dalamnya terdapat 2 aula besar, aula dalam dan aula luar.

Masing-masing aula memiliki 12 tiang pancang yang dijumlahkan menjadi 24. Konon, melambangkan  jumlah jam dalam satu hari, 12 jam siang dan 12 jam malam. Di samping aula luar, menjadi lokasi makam Habib Husein dan Haji Abdul Kadir.

Selain menjadi tempat beribadah, kini masjid tersebut menjadi salah satu tempat yang sering dikunjungi sebagai destinasi wisata religi bagi warga Jakarta dan luar Jakarta. Masjid ini pun terbuka untuk umum dan dapat dikunjungi kapan saja, sehingga tak heran jika banyak peziarah yang datang dan mendoakan Habib Husein.*