Masjid Al Haram adalah masjid yang mengelilingi Kakbah di pusat Kota Mekah Arab Saudi. Masjid ini memiliki sejarah panjang dalam dunia Islam khususnya terkait dengan ibadah haji.

 

BandungKlik – Haji—salah satu rukun Islam, mewajibkan setiap Muslim untuk melaksanakan haji setidaknya sekali seumur hidup jika mereka mampu melakukannya. Beberapa rukun haji dilakukan di kawasan Masjid Al Haram (Masjidil Haram), seperti tawaf.

Tawaf adalah berjalan tujuh kali berlawanan arah jarum jam mengelilingi Kakbah di dalam masjid. Tawaf ini juga dilakukan oleh jamaah saat umrah yaitu haji kecil.

Situs penting lainnya di kawasan Masjid Al Haram adalah Hajar Aswad, Sumur Zamzam, Maqam Ibrahim, Hijr Ismail, dan perbukitan Safa dan Marwah.

Masjid Al Haram dibangun mengelilingi Kakbah. Meskipun tidak diketahui secara pasti tanggal pembangunannya, Masjid Al Haram tercatat sebagai salah satu masjid tertua di dunia. Bukan hanya itu, bangunan dan konstruksi masjid suci ini adalah yang termegah, terbesar sekaligus termahal di seantero jagat. Biayanya mencapai $100 miliar Amerika Serikat.

Dari sejak pembangunan, Masjid Al Haram terus mengalami renovasi dan perluasan seiring dengan semakin meningkatnya jumlah umat Muslim di dunia.

Masa Rasulullah

Sejak dibangun Kakbah, Masjid Al Haram pada masa Rasulullah terdiri dari halaman yang luas. Belum ada dinding yang mengelilinginya. Hanya bangunan rumah-rumah penduduk Mekah yang mengelilingi halaman itu. Seakan-akan rumah penduduklah yang menjadi dindingnya. Diperkirakan, luas masjid ini waktu itu sekitar 2000 meter persegi.

Masa kekhalifahan

Tempat tawaf terus diperluas dari waktu ke waktu. Khalifah Umar Ibu Khatab membebaskan dan membongkar rumah-rumah penduduk sekitar kemudian disatukan dengan halaman masjid yang sudah ada. Diperkirakan halaman tambahan mencapai 800 meter persegi. Pemerintahan Umar juga membangun tembok setinggi 1,5 meter untuk menggambarkan area salat yang luas.

Perluasan selanjutnya dilakukan pada masa kekhalifahan Usman bin Affan. Kemudian khalifah Kesultanan Umayah, Abbasiah hingga Usmaniah.

Peta Masjid Al Haram era Ottoman. (islamicity.org).*

Silakan baca:

Kakbah, Rumah Ibadah Pertama yang Dibangun di Bumi

Masa kekuasaan Raja-raja Saudi

Renovasi besar pertama Masjidilharam dilakukan pada masa Raja-raja Saudi antara tahun 1955 hingga 1973. Ada penambahan tiga menara, perbaikan atap, dan penggantian marmer lantai masjid. Pada renovasi ini, dua bukit kecil Safa dan Marwah dijadikan masuk bagian dalam Masjidilharam.

Pembangunan selanjutnya meliputi 18 gerbang tambahan, tiga kubah, dan 500 pilar marmer. Masjidilharam dilengkapi dengan pendingin udara, eskalator, dan sistem pengairan.

Raja Abdullah memulai mega proyek untuk memperluas kapasitas masjid ini pada 2007 agar bisa menampung 2 juta jamaah. Kawasan masjid yang semula 356 ribu dikembangkan menjadi 400 ribu meter persegi.

Setelah tahta kerajaan jatuh ke tangan Salman bin Abdul Aziz, perluasan proyek kembali dilakukan. Proyek ini mencakup pembangunan gedung, terowongan, 680 ekskalator, 24 elevator untuk jamaah berkebutuhan khusus hingga 21 ribu toilet dan tempat wudu.

Secara keseluruhan, Masjidil Al Haram terdiri dari 129 pintu. Terdapat 4 pintu utama dan 45 pintu biasa yang dibuka 24 jam sehari semalam. Masing-masing pintu memiliki nama, seperti Babus Salam.

Pintu tersebut dilengkapi lampu penunjuk berwarna merah dan hijau. Jika lampu hijau menyala berarti di dalam masjid masih tersedia tempat yang kosong. *

Silakan baca: 

Fakta Kota Mekah yang Belum Banyak Diketahui

 

Berbagai sumber