Madain Saleh, Negeri Batu Peninggalan Bangsa Arab Kuno

madain saleh
Madain Saleh. (dok. Royal Commission for Al Ula).*

 

BandungKlik – Madain Saleh mungkin tidak semasyhur Petra tetapi inilah kota terbesar kedua bangsa Arab kuno. Sayang, kota indah ini diazab lantaran perbuatan penduduknya yakni kaum Tsamud.

Dalam literatur Madain Saleh juga disebut dengan nama Al-Hijr atau Hegra. Ini adalah situs arkeologi yang terhampar di Al-Ula di wilayah Hijaz Provinsi Madinah Arab Saudi. Nama Al-Hijr yang berarti “Negeri Batu” punya kaitan erat dengan topografi di wilayah tersebut.

Kota ini tak lepas dari peran suku Nabatean, yaitu sekelompok bangsa Arab kuno yang menetap di daerah Yordania hingga utara Damaskus. Tak heran, karya arsitektur bangunan kota ini mirip dengan Taman Arkeologi Petra.

Suku Nabatean adalah cikal bakal kaum Nabi Salih yakni Tsamud. Dikisahkan dalam Alquran, kaum Tsamud diazab Allah karena ingkar dan zalim serta  menolak ajaran nabi untuk menyembah Allah swt.

Kaum Tsamud dikenal sebagai bangsa yang piawai dalam memahat batu untuk dijadikan tempat tinggal mereka. Pun mereka sangat ahli dalam niaga dengan bangsa-bangsa lain. Di situs Madain Saleh ditemukan sedikitnya 132 pahatan di gunung-gunung batu.

Silakan baca: Tujuh Keajaiban Dunia yang Berjaya pada Zaman Kuno

Pada masanya kaum Tsamud membuat rumah-rumah yang dipahat, tempat pemujaan hingga makam. Bentuk arsitektur dan seni pahatan mereka mirip dengan sejumlah artefak Yunani dan Romawi kuno.

Di Madain Saleh terdapat sistem kanal yang pernah menyalurkan air ke sumur-sumur penampungan. Air yang ditampung di rongga bawah tanah tersebut kerap ditukar dengan pajak dari iring-iringan pendatang yang mengangkut komoditi. Selain tempat peristirahatan, Madain Saleh adalah jalur ramai perdagangan kuno.

Akan tetapi, setelah diserang Kerajaan Romawi pada awal abad ke-2 masehi, kota ini terus mengalami kemunduran hingga terasing. Bahkan, saat ini sebagian kota itu masih terkubur di bawah lapisan pasir.

Pada 2008, Madain Saleh ditetapkan sebagai situs warisan dunia oleh Unesco. Kawasan seluas 4 ribu hektare itu tercatat sebagai warisan dunia pertama di Arab Saudi. *

Sumber: whc.unesco.org