Lotek, “Low Technology” Tapi Berserat Tinggi

lotek bandung
Lotek, salah satu makanan khas Bandung. (Irwan Akhmad/Bandung Klik).*

 

BandungKlik – Ada sebuah anekdot, lotek itu akronim dari low technology. Gak nyambung sih. Namun, jika dipikir-pikir ada betulnya juga. Membuat lotek memang tak perlu memanfaatkan teknologi mutakhir.

Dari generasi ke generasi, pembuatannya hanya butuh coét dan mutu (cobek dan ulek) yang dari dulu rupa dan fungsinya begitu-begitu saja. Bisa dari batu atau kayu. Akan tetapi tunggu dulu, dengan perabot sesederhana itu, lotek mampu menjadi makanan tradisional yang mengglobal.

Sayur mayur segar ditambah bumbu kacang adalah bahan utama lotek. Bumbunya terdiri dari bermacam-macam bahan, seperti goreng suuk (kacang), cabai merah, garam, gula merah dan jeruk sambal. Biar bumbu menjadi kental, maka ditambah kentang rebus atau ubi rebus.

Sementara itu, isinya terdiri dari rupa-rupa sayuran segar yang kaya protein dan berserat tinggi. Umumnya berupa kol, taoge, kangkung, kacang panjang hingga labu siam. Sayuran tersebut dicuci dan dikukus atau direbus terlebih dahulu sebelum diaduk dengan bumbu.

lotek
Cobek dan ulek untuk membuat bumbu. (Dok. thedaysofyayang).*

Di Bandung, penjual lotek tak sulit ditemukan karena telah menjadi makanan khas kota ini. Mereka biasa berjualan di rumah-rumah, pinggir jalan dengan gerobak dorongnya, kantin atau kedai. Soal harga tentu saja bervariasi, mulai dari Rp 15.000 per porsi.

Satu lagi yang menarik. Penjual lotek biasanya bertanya kepada pembeli sebelum membuat bumbunya dengan perabot low technology tadi. Pedas atau tidak pedas? Kalau pedas, cengeknya berapa butir? Umpamanya satu porsi pedas dan satu porsi tak pedas, biasanya penjual akan mengikatkan dua karet pada bungkus lotek yang pedas sebagai tanda.

Katanya, dulu lotek terkenal sebagai makanan kampung. Namun, kini diminati sebagai salah satu pilihan makanan berkelas lagi sehat. Adakalanya juga dijumpai dalam menu restoran. Makanan ini cocok untuk melancarkan sistem pencernaan karena mengandung serat tinggi. Selain nasi, juga acap disajikan dengan potongan lontong. *

Silakan baca:

Ini 5 Rekomendasi Tempat Brunch di Kota Bandung