BandungKlik – Kabupaten Garut tidak hanya terkenal akan panorama alamnya yang indah dan kulinernya yang lezat, tetapi juga kaya seni pertunjukan.

Berikut ini lima seni pertunjukan yang menarik dan populer asal kabupaten berjuluk Zwitsers van Java. Apa saja?

1. Seni lais

Seni lais termasuk seni pertunjukan yang sangat populer di Tatar Priangan, sedari dulu hingga sekarang. Inilah pertunjukan akrobatik tradisional yang mengutamakan ketangkasan dan keseimbangan pemainnya.

Biasanya pertunjukan ini diiringi tetabuhan reog dan seni pencak silat, termasuk di dalamnya dogdog dan terompet. Atraksi ini sangat mendebarkan karena pemain lais bergelantungan pada seutas tali tambang yang diikatkan pada dua batang bambu setinggi 12 -13 meter.

2. Surak ibra

Pertunjukan seni tradisional surak ibra berasal dari salah satu kecamatan di Garut, yaitu Wanaraja. Seni yang kerap disebut boboyongan ini mulanya dimainkan sebagai bentuk sindiran kepada Pemerintah Hindia Belanda.

Satu ciri khas surak ibra ada pada seorang tokoh yang diboyong, yaitu diangkat, dilempar, dan ditangkap kembali oleh pemain lainnya. Umumnya, pertunjukan ini diikuti 30 – 60 orang dan dimulai dengan gerakan silat lalu membentuk formasi melingkar. Pertunjukan diiringi musik dan sorak sorai meriah seluruh pemain.

3. Jibrut

Berikutnya adalah jibrut. Seni pertunjukan populer ini memadukan antara tarian dan suara. Keunikannya ada pada suara yang dihasilkan, yaitu berasal dari tangan yang dijepitkan pada ketiak, bukan dari instrumen musik.

Akan tetapi, sayang, seni pertunjukan jibrut saat ini sudah jarang dimainkan. Oleh karena itu, berbagai upaya pelestarian sedang diupayakan untuk menggaungkan kembali seni pertunjukan yang kerap mengundang tawa ini.

4. Rudat

Lahir dari Kecamatan Pameungpeuk, Garut, rudat mulanya tumbuh dan berkembang di lingkungan pesantren. Lantas, apa tujuan seni ini? Salah satu tujuan utama rudat adalah untuk menyebarkan agama Islam dan kerap dipentaskan pada peringatan hari keagamaan.

Seni ini menampilkan tarian yang digabungkan dengan gerakan-gerakan pencak silat dan iringan musik terbangan. Tak jarang, dalam pertunjukan ini dihadirkan pula atraksi debus yang menegangkan, seperti menyemburkan api dan menginjak pecahan kaca.

5. Raja dogar

Akronimnya adalah rajanya domba garut. Raja dogar menampilkan dua pemain saling beradu sembari mengenakan kostum menyerupai domba. Dua orang tersebut masing-masing “memerankan” tubuh dan kepala domba. Sepintas, seni pertunjukan ini mirip barongsai.

Dalam pertunjukan, raja dogar diiringi musik tradisional Sunda, seperti kendang pencak, angklung, dan reog. Selama pentas, para pemain punya peran menghibur penonton dengan segala aksi menarik dan kelucuannya.*

Silakan baca:

Lais, Seni Akrobatik Tradisional Asal Garut

Seni Ketangkasan Domba Garut, Benar-Benar Adu Domba