Lima Fakta Abu Simbel, Kuil Firaun yang Pindah Tempat

kuil abu simbel
Kuil Abu Simbel. (egypttoday).*

 

Abu Simbel mungkin tak setenar piramid di Mesir. Namun, kuil ini punya nilai tinggi sekaligus karya agung Firaun Ramses II.

 

BandungKlik – Mulanya, Kuil Abu Simbel dibangun di sepanjang tepi Sungai Nil dan diukir dari bebatuan pegunungan yang kokoh. Kuil ini dibangun pada masa Ramses II, yakni Firaun ketiga dari Dinasti ke-19 Mesir.

Ramses II kerap dianggap sebagai firaun terbesar sekaligus paling kuat dari Kerajaan Baru. Lantas, apa saja fakta Kuil Abu Simbel yang agung itu?

1. Konstruksi

Tujuan utama konstruksi Kuil Abu Simbel adalah untuk merayakan kemenangan Ramses II atas orang Het pada pertempuran di Kadish, 1274 sebelum masehi. Kuil ini didedikasikan bagi sejumlah dewa Mesir Kuno, seperti Ra-Horalhty, Ptah, dan Amon.

2. Apa yang ditemukan di kuil ini?

Kompleks Abu Simbel terutama berisi dua candi utama. Pertama, Kuil Agung yang berdiri setinggi 30 meter dan panjang 35 meter. Kuil menampilkan empat ‘colossi’ duduk di pintu masuk Raja Ramses II di singgasananya.

Tempat ini juga berisi sejumlah jalan dan kamar. Cerita kemenangan Ramses II terdapat dalam naskah yang dapat ditemukan tertulis di dinding. Begitu pun kehidupan pribadi sang raja tertulis di samping penggambaran pada dewa Mesir Kuno.

Kedua, Kuil Kecil yang dibangun untuk Ratu Mesir Nefertari, istri paling favorit Ramses II. Terletak 150 meter dari Kuil Agung, Kuil Kecil punya bagian depan yang menampilkan empat patung besar, dua Ramses II dan dua Nefertari. Dinding candi ini menampilkan gambar Ramses dan Nefertari saat mereka berdoa kepada para dewa.

Silakan baca: Tujuh Keajaiban Dunia yang Berjaya pada Zaman Kuno

3. Penemuan Abu Simbel

Pertama kali kuil ini dieksplorasi pada 1817 oleh ahli Mesir Kuno Giovanni Battista Belzoni. Peneliti Swiss Johann Ludwig Burckhadt, kemudian berhasil menjelajahi lebih lanjut kuil-kuil tersebut.

4. Misteri Arkeologi

Penjajaran matahari di atas Kuil Agung adalah satu satu fenomena Mesir Kuno. Sinar matahari menembus ke dalam kuil dan menerangi tiga patung Ramses II dan Amon dua kali setahun. Pertama, sekali pada 22 Februari untuk merayakan musim pertanian dan bercocok tanam. Kedua, 22 Oktober merayakan musim banjir.

Kedua tanggal tersebut juga mencerminkan tanggal kelahiran Ramses II dan penobatannya. Lokasi keempat patung tersebut dipilih agar menjadi gelap karena Ptah adalah dewa kegelapan.

5. Upaya menyelamatkan Abu Simbel

Pada 1964, Pemerintah Mesir telah bekerja sama dengan UNESCO. Mereka memutuskan untuk memindahkan kuil-kuil untuk menyelamatkannya dari pembangunan Bendungan TInggi baru, Bendungan Aswan.

Kuil dipotong menjadi sejumlah bagian kecil, dipindahkan, dan disusun kembali seperti blok lego. Proses pengerjaan pemindahan dilakukan sangat hati-hati dan melibatkan para ahli internasional. *

Silakan baca: Madain Saleh, Negeri Batu Peninggalan Bangsa Arab Kuno

 

Sumber: egypttoday