BandungKlik – Perjalanan merupakan suatu hal yang menyenangkan, tetapi terkadang ada orang yang tidak mengindahkan privasi orang lain termasuk saat berada di kereta api. Misalnya, tindakan pelecehan seksual.

KAI tidak memberikan ruang untuk tindakan pelecehan seksual, baik di atas kereta api maupun di stasiun. VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, kasus tindakan pelecehan seksual bukanlah sebuah kasus yang sepele. Akan tetapi, hal tersebut menyangkut akan mental dan hak orang lain yang direnggut paksa oleh pelaku yang semena-mena.

Untuk melindungi diri dari kejadian-kejadian yang diinginkan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan penumpang. Jika Anda melihat atau mengalami pelecehan seksual di kereta api tetap bersikap tenang dan segera melapor kepada kondektur yang sedang bertugas.

Caranya, laporan disampaikan melalui nomor telefon yang tertera di ujung kabin kereta. Selain itu, pelanggan juga bisa mengirim laporannya ke contact center KAI via telefon 121, WhatsApp 08111-2111-121, email cs@kai.id atau media sosial KAI121_.

“Petugas akan segera melakukan tindakan tegas terhadap laporan yang diberikan. KAI akan bertindak proaktif dalam melindungi korban serta menindak pelaku kekerasan seksual pada layanan kereta api,” tutur Joni, dikutip dari laman kai.id.

Oleh karena itu, penumpang jangan ragu untuk menegur pelaku pelecehan seksual terutama jika terjadi di ruang publik atau tempat umum. Pelanggan berhak untuk bersikap tegas apalagi jika disentuh oleh orang yang tidak dikenal.

Hukuman berat

Di stasiun dan di atas kereta api, KAI juga sudah melakukan announcement terkait pelecehan seksual. KAI menyampaikan, seturut Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Bagi siapa saja yang melakukan tindakan asusila dan atau kekerasan seksual akan mendapatkan hukuman berat.

Joni mengatakan, KAI berkomitmen untuk selalu menciptakan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan sehat.

“KAI dengan tegas akan menolak dan mem-blacklist terhadap penumpang yang melakukan pelecehan seksual di lingkungan stasiun maupun di kereta api. Kebijakan ini diterapkan untuk memberikan efek jera dan mencegah pelaku melakukan hal serupa di kemudian hari,” kata Joni. *

Silakan baca:

Ini Daftar Penumpang Kereta Api dengan Hak Reduksi

Traveling Naik Kereta Lebih Asyik, Ini 8 Alasannya