Lais, Seni Akrobatik Tradisional Asal Garut

Lais Seni Garut
Sang pemain Lais sedang unjuk gigi kepiawaiannya bergelantung di atas tali. (Iwan Gunaesa/BandungKlik)

 

BandungKlik – Lais merupakan seni akrobatik tradisional asal Garut, Jawa Barat. Pada 2016, lais sudah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.

Seni lais Garut ini dimainkan dengan menggunakan dua batang bambu sepanjang 12-13 meter, seutas tali tambang, dan iringan musik tradisional Sunda. Kemudian tali tersebut diikat dan dihubungkan dengan dua tiang bambu yang berjarak sekitar 6 meter.

Setelah peralatan siap, mulailah sang pemain naik dari tiang bambu hingga mencapai tali di atas. Di atas tali itulah, sang pemain unjuk gigi kehebatannya. Seperti berjalan, tiduran, bersantai, bergelantung, berputar, hingga membelah buah kelapa dengan goloknya.

Seni Lais Garut
Pemain lais memukau penonton.

Semua atraksi dilakukan tanpa pengaman, makanya tidak untuk ditiru dan perlu latihan yang cukup lama. Dengan kehebatannya itu, pertunjukan lais kerap memukau dan membuat para penonton histeris.

Penonton pun semakin terhibur dan seolah terhiptonis, larut dalam alunan musik tradisonal Sunda yang mengiringi atraksi. Ada tabuhan kendang, reog, terompet Sunda, kadang ditambah aksi lawakan dan pencak silat.

Secara historis, beberapa sumber menyebutkan, istilah lais sendiri berasal dari seorang pemanjat pohon kelapa bernama Laisan. Ia berasal dari Kampung Nangka Pait, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut.

Laisan dikenal sangat terampil dalam memanjat pohon. Karena keahliannya itu, Laisan selalu menjadi tontonan masyarakat saat memanjat pohon. Lama-lama kegiatan ini menjadi kebiasaan dan hiburan masyarakat.

Silakan baca: Batik Bogor ‘Tradisiku’, Hadirkan Motif Klasik Bogor

Kebiasaan tersebut, membuat para tokoh kesenian di daerah setempat tertarik. Mereka pun meminta agar keterampilan yang dilakukan Laisan dimodifikasi untuk dipentaskan di depan khalayak ramai. Hingga akhirnya lahirlah seni lais dari Garut.*