Labuan Bajo Diproyeksikan sebagai Destinasi Alam dan Budaya

labuan bajo
Menparekraf Sandiaga Uno meninjau produk ekonomi kreatif saat kunjungan kerjanya ke Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur, Kamis (7/1/2021). (Dok. kemenparekraf.go.id). *

 

BandungKlik – Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur diproyeksikan sebagai destinasi pariwisata alam berbasis alam dan budaya.

Demikian diungkapkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno saat kunjungan kerjanya ke Labuan Bajo. Hal ini untuk meningkatkan kinerja sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di salah satu kawasan Destinasi Pariwisata Prioritas (DSP) tersebut.

“Jadi, wisata olah raga, wisata berbasis alam terbuka dan budaya hingga wisata edukasi ini menjadi salah satu yang kita siapkan agar Labuan Bajo menjadi destinasi wisata kelas dunia,” tutur Sandiaga, Kamis (7/1/2021), dikutip dari siaran pers laman kemenparekraf.go.id. Terlebih, kata dia, tahun depan bakal ada KTT G-20 dan tahun berikutnya ASEAN Summit.

Pada kesempatan itu, Sandiaga mengajak masyarakat setempat untuk berpartisipasi mengembangkan dan mempersiapkan berbagai potensi pariwisata di daerahnya. Imbauan tersebut termasuk penerapan protokol K4 yakni Kebersihan, Kesehatan, Keamanan, dan Kelestarian Lingkungan atau CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability).

“Kita fokus dan prioritas pada penanganan kesehatan. Labuan Bajo ini bisa menjadi satu destinasi yang paling siap untuk pulih saat pariwisata dan ekonomi kreatif mulai menggeliat lagi,” tutur Sandiaga.

Untuk itu, ia menekankan dalam satu tahun ke depan dapat merampungkan sejumlah pekerjaan rumah dari berbagai aspek. Selain kesiapan aspek infrastruktur dan interkoneksi, juga produk-produk wisata, calendar of event dan dukungan pada kegiatan masyarakat.

Harapannya, pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi lebih inklusif, lebih melibatkan masyarakat, berkelanjutan, dan berkeadilan.

Pengembangan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata berbasis alam, budaya, dan religi ini tak lepas dari usulan Keuskupan Ruteng. Di sana terdapat beberapa situs yang menjadi bagian dari jelajah alam wisata edukasi. Kelak, akan menjadi salah satu poin pengembangan pariwisata di Nusa Tenggara Timur khususnya Labuan Bajo. *

Silakan baca:

Pembangunan 5 DSP Dipercepat, Salah Satunya Jadi Ajang Moto GP