La Tomatina, Festival Perang Tomat Terbesar Dunia

tomat la tomatina
La Tomatina. (tomatofestivalspain).*

 

Tomat umumnya dikonsumsi sebagai buah atau sayur. Namun, apa jadinya jika digunakan sebagai “peluru” dalam sebuah peperangan seperti La Tomatina?

 

BandungKlik – La Tomatina telah menjadi festival perang tomat terbesar di seantero dunia. Festival yang diadakan di Bunol, sekira 38 kilometer dari Valencia, Spanyol, selalu menghadirkan ribuan peserta termasuk wisatawan.

Aksi saling melempar tomat ini pertama kali diadakan pada 1945. Perang salah satu buah sayuran ini dilatarbelakangi kejadian kaos sejumlah pemuda saat menghadiri sebuah parade.

Festival dimulai pada hari Rabu terakhir bulan Agustus 1945. Ketika itu, di alun-alun kota, berlangsung parade tokoh Giant dan Big-Head. Malang, salah satu Big-Head terjatuh akibat pesta tersebut. Sontak kejadian itu membuat peserta marah dan mulai memukul segala sesuatu di jalan tersebut.

Tak jauh dari lokasi, kios pasar sayuran menjadi korban amukan massa ketika orang-orang saling melempari tomat hingga pihak keamanan melerainya.

Tahun berikutnya, sejumlah anak muda terlibat dalam pertengkaran yang telah direncanakan dan mereka membawa tomat sendiri dari rumah. Meski pihak keamanan setempat membubarkannya, tetapi ini kenyataannya memulai tradisi tahunan. Tanpa disadari, apa yang dilakukan anak-anak muda itu telah membuat sejarah bagi ribuan orang, bahkan hingga hari ini.

Sempat dilarang

La Tomatina sempat dilarang pada awal 1950-an—sejak awal juga sebetulnya tidak dibolehkan, tetapi hal ini tidak menyurutkan para peserta yang ditangkap. Orang-orang melakukan protes terhadap larangan itu. Ternyata aksi mereka beroleh hasil yang diinginkan sekalipun harus memenuhi sejumlah syarat. Festival kembali diizinkan dengan melibatkan lebih banyak peserta.

Hiburan yang sudah berlangsung beberapa tahun kembali dibatalkan pada 1957 oleh pihak otoritas karena alasan politis dan tidak memiliki makna keagamaan. Orang-orang kembali turun ke jalan dan melancarkan protes. Sebagai tanda protes, diadakan aksi penguburan tomat. Ini merupakan demonstrasi warga membawa peti mati dengan tomat besar di dalamnya.

Mereka melakukan pawai dengan diiringi grup musik yang melantunkan lagu pemakaman. Lagi-lagi, protes berhasil. Kali ini, tak hanya diizinkan, tetapi menjadi festival resmi.

 

Klik halaman berikutnya