Kriya Desa Arborek, Cendera Mata dari Raja Ampat Papua

cendera mata raja ampat
Tas Pandan Laut Arborek.

 

BandungKlik – Papua menyimpan destinasi wisata unggulan yang dijuluki surga dunia, bernama Raja Ampat. Selain menikmati keindahan alam, wisatawan yang berkunjung ke sana juga bisa membawa aneka cendera mata khas Raja Ampat untuk dibawa pulang.

Aneka cendera mata Raja Ampat tersebut, banyak ditemukan di Desa Wisata Arborek yang terletak di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Desa yang berada di sekitar destinasi Raja Ampat.

Berbagai produk ekonomi kreatif itu, tercipta dari tangan Mama-Mama Arborek yang menarik perhatian wisatawan saat menginjakkan kaki ke Desa Wisata Arborek. Berikut ini beberapa hasil karya Mama-Mama Arborek yang bisa wisatawan bawa pulang.

Tas Anyaman Pandan Laut

Tas anyaman khas Arborek ini terbuat dari pandan laut. Jenis tanaman yang banyak tumbuh di tepi pantai. Dalam proses pembuatannya cukup rumit dan membutuhkan ketelitian serta ketekunan tinggi.

Sebelum dianyam daun pandan laut harus dikeringkan dan diserut menjadi helaian-helaian kecil. Kemudian beberapa helaian kecil tersebut diberi pewarna alami yang berasal dari tanaman sekitar daerah Arborek, untuk menghasilkan motif pada anyaman.

Silakan baca: Desa Wisata Arborek Tawarkan Homestay Eco Resort dan Sunset Terbaik

Ada tiga jenis tas daun pandan yang dipakai, yakni kapowen yang berukuran besar, kabiren kotak kecil yang berguna untuk menyimpan sirih, pinang, sampai rokok, dan kokoya untuk tempat sagu. Tas kreatif ini dibanderol dengan kisaran harga Rp100.000,- sampai Rp300.000,- per produk.

Harga itu tergantung ukuran dan tingkat kesulitan pada saat membuatnya. Namun, harga tersebut tak sebanding dengan nilai seni budaya hasil karya Mama-Mama Arborek yang orisinil.

Topi Arborek

cendera mata Raja Ampat

Berikutnya ada topi Arborek yang memiliki bentuk seperti Pari Manta. Tersedia pula bentuk lain yang dapat wisatawan pilih sesuai selera. Karena bentuknya yang lebar, topi ini berguna sekali untuk menemani liburan, terutama untuk melindungi kepala dari terik matahari.

Topi tersebut dijual dengan harga Rp250.000,-. Selain bentuknya yang unik, cara pembuatannya pun unik dan cukup sulit. Proses pembuatan satu topi saja, bisa memakan waktu 2 hari sampai 1 minggu.

Noken

cendera mata Arborek

Cendera mata yang satu ini, mungkin sudah banyak yang tahu sebagai tas khas Papua. Noken tersedia dalam dua ukuran, yaitu ukuran besar dan ukuran kecil yang bisa dipilih sesuai selera dan kebutuhan. Ukuran kecil, cukup untuk membawa botol minum dan ponsel. Harganya pun menyesuaikan ukuran.

Silakan baca: Noken, Tas Sarat Makna dan Mendunia dari Papua

Noken Arborek cukup berbeda dengan noken Papua lainnya, dalam hal cara pemakaiannya. Noken Papua lain dipakai di kepala, sedangkan noken khas Arborek dibuat untuk dikenakan di bahu seperti tas selempang pada umumnya.*

 

 

Sumber & Foto: indonesia.travel