BandungKlik – Koperasi Badan Usaha Milik Masjid (BUMM) Ikhlas Mandiri menggelar Pelatihan Usaha Mikro. Kegiatan berlangsung pada Sabtu, 11 Mei 2024 di Lantai 3 Masjid Al-Ikhlas Jalan Riung Wulan, No. 1 Kompleks Riung Bandung, Kota Bandung.

Ketua Koperasi BUMM Ikhlas Mandiri, Agus Setiawan mengatakan, acara pelatihan tersebut merupakan agenda pertama yang dilaksanakan BUMM. Ke depannnya akan menjadi salah satu program rutin.

“Untuk pelatihan hari ini ada 30 peserta dengan beragam jenis usaha mikro. Kali ini perkenalan dulu antar peserta utamanya dan saling berdiskusi alias ‘all about’ tentang rintisan usaha masing-masing,” tutur Agus di sela-sela acara.

Dalam kesempatan ini, Agus Setiawan pun memberikan materi pelatihan bagi pelaku usaha mikro khususnya. Dengan mengangkat tema “Menentukan Harga Jual dan Target Penjualan, Membina Kemitraan, dan Modal Usaha”.

“Bertahap dari pertemuan ini, akan ada diskusi lanjutan, juga kemungkinan membuka peluang usaha lainnya. Bila perlu bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti produsen bahan baku, sumber finansial, dan lainnya,” ujarnya.

“Yang penting, hari ini menginventarisasi kemampuan kita. Dalam hal tata kelola dasar-dasar berbisnis yang sehat namun berprospek cerah,” tambah Agus yang juga menjabat sebagai Ketua DPD UMKM Naik Kelas Jawa Barat.

Sementara itu, Djaenal Hidayat selaku Ketua DKM Masjid Al-Ikhlas sebagi tuan rumah, sangat mengapresiasi gagasan adanya pelatihan usaha tersebut.

“Bagi kami ini merupakan pencerahan, khususnya bagi jemaah serta warga sekitar. Terbukti kan, membuka usaha yang baik dan benar serta halal itu ada prosedurnya. Dan melalui penjelasan Pak Agus Setiawan tadi, kita semua tercerahkan. Ini yang pertama kali, dan akan terus berlanjut ke bidang garapan pelatihan lainnya,” papar Djaenal.

Antusias Peserta 

Para peserta pelatihan usaha mikro ini pun tampak serius dan antuasias mengikutinya. Seperti yang disampaikan kakak-beradik Rasya L Salsabila dan Afina Sabrina, warga Jalan Cipamokolan, Kota Bandung. Boleh dikata, mereka berdua masuk kategori perintis ‘young entrepreneur’, produknya Susu Jelly.

“Kami cukup senang mengikuti pelatihan ini karena kami masih terbilang pengusaha baru. Omzetnya, ya masih puluhan dan ratusan ribu rupiah saja per hari. Sejak bulan puasa lalu (1445 H – Red.). Ikut pelatihan usaha mikro ini, jadi banyak wawasan baru, dan tambah semangat lagi,” papar Rasya.

Silakan baca: UNK Jawa Barat Punya Kantor Baru dan Buka Bale Kopi di Baleendah

Hal senada juga disampaikan dua peserta lainnya, masing-masing pasangan ibu dan putrinya Siska Amelia dan Titin Fatimah. Keduanya seakan kompak berkisah dengan penuh semangat tentang usaha produk sendiri yang mereka banggakan ‘sistik’.

“Sistik ini baru 4 bulan dirintis, ini produk kami berdua, sebelumnya berjualan susu murni produk orang lain, sejak 2 tahun lalu. Dari pelatihan ini, banyak ilmu dan cara bikin usaha sendiri secara benar. Intinya, banyaklah manfaatnya,” ungkap Titin yang sebelumnya pernah bekerja di sebuah SPBU di daeah Cileunyi Kabupaten Bandung.*