Kolam Berkabut, Destinasi Wisata Baru Kota Bandung

kolam berkabut
Kolam berkabut di Taman Pusapa Kandaga di Jalan Citarum Kota Bandung. (Dok. humas.bandung.go.id). *

 

BandungKlik – Kolam berkabut menjadi destinasi wisata baru di Kota Bandung. Ruang publik di Taman Puspa Kandaga di Jalan Citarum ini baru diresmikan oleh Wali Kota Bandung Oded M Danial, Selasa (22/12/20) kemarin.

Akan tetapi, lantaran wabah Covid-19 masih melanda, masyarakat dan wisatawan harus bersabar untuk bisa bersantai sembari menikmati suasana kolam ini. Saat ini, Pemerintah Kota Bandung masih menutup seluruh fasilitas publik seperti taman dan alun-alun.

Hadirnya kolam berkabut mengingatkan akan suasana Bandung tempo dulu yang sejuk. Setiap pagi, kota di lingkup pergunungan ini diselimuti kabut tipis secara alami. Kabut mengudara menyelinap di antara pepohonan dan permukiman, mengiringi aktivitas warga kota yang permai. Kini, suasana seperti itu hadir kembali.

Kolam berkabut dirancang di salah satu kolam retensi Taman Puspa Kandaga yang dikelilingi pohon perindang yang memanjakan mata. Kabut yang dihasilkan bukan hanya mirip asap tetapi diberikan relaksasi. Rupanya kabut buatan ini bukan hasil proses kimia, melainkan menggunakan pendekatan proses fisika melalui technology mist dan aman.

Kabut dibuat dengan memanfaatkan pompa bertekanan tinggi untuk menekan air melalui nozzle berdiameter nano. Terdapat lubang-lubang kecil mengelilingi tepian kolam dengan luas mencapai 1.500 meter persegi tersebut. Dengan begitu, butiran yang dihasilkan sangat kecil.

Sementara itu, air yang digunakan berasal dari air tanah yang diambil terpisah dari aliran sungai. Alhasil, pengoptimalan dengan menambahkan kabut dan instalasi saringan mengubah air yang masuk kolam menjadi lebih jernih.

Keberadaan kolam retensi berkabut ini menjadi bagian upaya Pemerintah Kota Bandung dalam mengatasi banjir. Kolam retensi terinspirasi dari kondisi Bandung tempo dulu ketika masih banyak danau untuk menampung air. Kolam berkabut di Taman Puspa Kandaga diklaim sebagai kolam berkabut pertama di Indonesia. Terlebih, dirancang sebagai pengoptimalan fungsi kolam retensi dengan penguatan fungsi sosial. *

Silakan baca:

Ke Bandung, Wisatawan Wajib Tunjukan Hasil Tes Cepat Antigen