Kirab Bregada Malioboro, Atraksi Wisata Baru Malioboro

Bregada Malioboro
Atraksi kirab Bregada Malioboro di Jalan Malioboro. (dok. Dispar Kota Yogyakarta)

 

BandungKlik – Jalan Malioboro sudah menjadi ikon wisata dan sebagai tujuan wisata favorit wisatawan kala berkunjung ke Kota Yogyakarta. Kawasan itu selalu menyuguhkan hal baru untuk menghibur wisatawan yang datang. Termasuk kirab Bregada Malioboro yang diselenggarakan setiap Sabtu dan Minggu.

Kirab Bregada Malioboro merupakan deretan pasukan baris berbaris berbusana prajurit memegang tombak panjang serta pasukan penabuh drum gong dan peniup seruling. Atraksi wisata ini dilakukan dengan cara berjalan gagah di sepanjang Jalan Malioboro.

“Bregada Malioboro berasal dari 4 lokasi di Kota Yogyakarta yaitu Kecamatan Danurejan, Kelurahan Sosromenduran, Kecamatan Gondomanan, dan Kecamatan Ngampilan. Secara bergantian sebanyak 20 personil bertugas untuk melakukan kirab di Jalan Malioboro yang tujuannya selain memberi atraksi baru di kawasan wisata Malioboro, juga menjadi petugas patroli di masa pandemi ini,” jelas Sularno, salah satu personil Bregada Malioboro, dikutip dari laman pariwisata.jogjakota.go.id.

Usai melakukan kirab, pasukan Bregada Malioboro akan bertugas menjadi informan bagi wisatawan yang ingin bertanya arah, fasilitas sumum, maupun hotel dan restoran. Selain itu, pasukan yang dibagi ke 5 titik mulai dari Hotel Inna Garuda hingga Titik 0 km ini. Juga bertugas untuk mengingatkan wisatawan agar selalu memakai masker dan melakukan protokol kesehatan mencuci tangan serta menjaga jarak.

Para pengunjung Jalan Malioboro dapat mengabadikan momen atraksi kirab pasukan tersebut dengan mengambil gambar ataupun merekam. Di samping itu, wisatawan juga dapat berfoto dengan Bregada setelah atraksi kirab selesai.

Silakan baca: Pantai Wediombo DIY, Pasir Luas dan Kolam Alami Unik

“Harapan dan tujuannya atraksi kirab Bregada Malioboro ini dapat memperkuat citra Malioboro sebagai kawasan wisata yang unik. Dan sarat akan nilai budaya Yogyakarta. Pengunjung juga dapat melihat bahwa kegiatan wisata di Kota Yogyakarta akan terus menjaga aturan protokol kesehatan dengan cara yang kreatif serta menghibur. Sehingga tercipta suasana nyaman dan aman saat berkunjung ke Malioboro,” pungkas Sularno.*