Kesenian Rengkong, Wujud Syukur Panen Melimpah

kesenian rengkong
Kesenian rengkong hadir sebagai bentuk syukur atas panen yang melimpah. (Helmy).*

 

BandungKlik – Mensyukuri hasil panen yang melimpah pada masyarakat agaris dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya diwariskan leluhur masyarakat Sunda lewat kesenian rengkong.

Sebagai kesenian tradisional, rengkong sudah berkembang sejak lama dan diwariskan secara turun-temurun. Di Jawa Barat, kesenian ini dapat dijumpai di beberapa daerah semisal Cianjur, Sukabumi, dan Sumedang. Biasanya seni pertunjukan ini ditampilkan pada acara-acara perayaan.

Kesenian rengkong muncul dari tata cara masyarakat Sunda ketika menanam padi hingga menuainya. Saat panen, padi dipindahkan dan disimpan di lumbung (leuit). Untuk mengangkut padi, masyarakat menggunakan bambu sebagai alat pikul yang disebut rancatan.

Dengan pikulan tersebut, setiap orang rata-rata menanggung beban antara 10 hingga 20 kilogram padi dan diikat tali ijuk.

Ada yang unik. Alat yang digunakan dalam kesenian rengkong terbilang sederhana. Bahkan, sebetulnya bukan waditra tetapi berupa pikulan bambu. Namun, setiap padi berayun akan menghasilkan bunyi khas menyerupai suara katak yang berasal dari gesekan tali ijuk dengan pikulan tersebut. Dari sinilah kesenian rengkong bermula.

Layaknya mengangkut padi, rengkong dimainkan dengan cara meletakkan pikulan (awi gombong) yang memuat padi pada bahu pemikul (pemain).

Si pemikul mengayunkan ke kiri dan kanan dengan teratur mengikuti irama musik. Tali ijuk yang memuat padi dan menggantung pada pikulan pun berayun-ayun atau bergoyang seraya berbunyi. Jika didengar saksama seperti suara katak bersahutan.

Dalam setiap pertunjukan, kesenian ini diiringi sejumlah instrumen musik pengiring, antara lain angklung dan dogdog. Di lapang terbuka, biasanya tampil antara 8 – 10 pemain dengan kostum atau pakaian khas Sunda. Pemain rengkong lazimnya mengenakan pakaian pangsi, iket (ikat kepala), dan tanpa alas kaki saat pertunjukan. *

Silakan baca:

Kuda Renggong Menari di Atas Kaki Sendiri