Kemenparekraf Dukung Ekosistem Mangrove Jadi Ekowisata

Ekowisata mangrove
Ekosistem mangrove bisa dikelola menjadi ekowisata. (Dok. Kemenparekraf)

 

BandungKlik – Ekosistem mangrove berpotensi untuk dikelola dan dikembangkan menjadi pariwisata berbasis ekowisata. Hal ini pun didukung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Dalam keterangan pers Kemenparekraf, Senin (11/01/21), Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, menuturkan, ekosistem mangrove ini memiliki potensi wisata yang diminati generasi milenial.

“Pada prinsipnya kami sangat mendukung. Kebetulan kami memiliki pengalaman mengembangkan wisata menanam bibit mangrove di Kepulauan Seribu dan di Jakarta Utara. Pengelolaan ekosistem mangrove ini bakal jadi salah satu destinasi wisata dengan minat khusus yang diminati oleh para milenial,” tutur Sandiaga dalam rapat bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves).

Pengelolaan ekosistem mangrove muncul sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk kelestarian lingkungan. Diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik di berbagai sektor, termasuk pariwisata dan ekonomi kreatif. Dijalankan dengan sinergi aktif berbagai kementerian/lembaga di bawah koordinasi Kemenko Marves termasuk Kemenparekraf.

Selanjutnya, Sandiaga memaparkan, ekosistem mangrove tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk sektor pariwisata, namun juga dimanfaatkan dari sisi sektor ekonomi kreatif, di antaranya pembuatan makanan khas daerah seperti dodol, sirup, keripik, dan sebagainya.

Ia pun siap mengemas wisata mangrove dengan konsep kekinian, yaitu dengan membuat spot instagramable dan menarik untuk dijadikan konten media sosial milenial, seperti Tik Tok. Tujuannya, agar menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

Silakan baca: Ciung Wanara, Cagar Budaya Peninggalan Kerajaan Galuh

“Nantinya juga bisa dibuat beberapa spot yang instagramable dan juga bisa dibuat untuk Tik Tok. Nanti saya kerja samakan tentunya dengan Kemendes, Kemenkop UKM. Tentunya juga diperlukan langkah-langkah penyiapan seperti desain kekinian juga tidak melupakan kearifan lokal,” ungkap Sandiaga.

Sementara itu, Menko Marves, Luhut Binsar Panjaitan, berharap sinergi pelaksanaan pemulihan ekosistem mangrove dapat berjalan dengan lancar. Termasuk Kemenparekraf dapat membangun jalur wisata alam mangrove dan mengembangkan model eco-tourism berbasis mangrove.

Lebih lanjut, Luhut menyarankan kepada para tour guide agar tidak hanya memiliki kemampuan menerangkan wisata mangrove dari sisi lingkungannya, namun juga dapat menjelaskan manfaat dari sisi kesehatan yang bisa diperoleh wisatawan.*