Kelom Geulis, “Blasteran” Sunda dan Belanda

kelom geulis
Kelom geulis motif batik khas Kota Tasikmalaya. (Irwan Akhmad/Bandung Klik).*

 

BandungKlik – Kelom geulis, nama yang sudah tidak asing di telinga pencinta kerajinan tangan di Tatar Priangan. Dari Kota Tasikmalaya namanya melambung ke seantero negeri bahkan hingga mancanegara.

Sejak puluhan tahun silam, kriya ini menjadi alas kaki primadona kaum wanita. Biasanya dipakai untuk menghadiri hajatan ataupun acara-acara resmi.

Kelom geulis Tasikmalaya terbuat dari kayu dan dibuat secara manual dengan menggunakan tangan. Beberapa pilihan materialnya adalah kayu mahoni dan albasia sebagai bahan utama.

Namun, faktor cuaca sangat berperan penting dalam proses pembuatan sandal ini. Salah satunya tahap pengeringan karena kadar air dari kayu harus rendah. Pengrajin banyak memanfaatkan terik matahari untuk menjemur kayu. Selain itu, alternatif mengeringkannya adalah menggunakan oven sebelum proses produksi selanjutnya.

Di Kota Tasikmalaya, sentra produksi kelom geulis tersebar di sejumlah desa di Kecamatan Tamansari seperti Setiamulya, Sumelap, Mulyasari, Sukahurip, dan Kersanagara di Kecamatan Cibeureum.

Meski buatan tangan, sandal ini tetap terjaga kualitasnya sehingga mampu mengantarkannya menembus pasar nasional dan internasional. Tak hanya ke berbagai negara di Asia Tenggara tetapi juga sudah diekspor ke Jepang, Korea, Afrika, Panama, Timur Tengah dan sebagian negara Eropa.

Silakan baca:

Wayang Golek, Suvenir Unik Cupumanik Bandung

Lantas, mengapa kriya ini disebut kelom geulis?

Kelom geulis berasal dari dua kata. Secara harfiah istilah kelom diambil dari kata bahasa Belanda yakni klompen yang berarti sandal kayu. Sedangkan geulis dari bahasa Sunda yang punya arti cantik.

Rupanya, “blasteran” dua nama pada sandal ini bukan tanpa alasan. Sandal kayu tampak menarik dengan sentuhan ragam hias mulai dari ukiran hingga motif bunga. Dalam perkembangannya produk lokal ini disempurnakan dengan hiasan cat air brush. Sebagai pengikat kaki, kelom diberi tali dari bahan kulit atau beludru.

Dari sisi motif, kelom geulis selalu mempertahankan kekhasan Kota Tasikmalaya atau Jawa Barat. Misalnya, gambar batik, payung, dan kujang. *

Silakan baca:

Unik, Kalung Balung dari Bandung Dibikin Hanya 20 Menit