BandungKlik – Daerah-daerah di Indonesia memiliki beragam produk kreatif yang dapat menambah nilai ekonomi bagi masyarakatnya, salah satunya kain tenun. Termasuk dari wilayah Maluku yang memiliki Kain Tenun Ikat Tanimbar.

Kain Tenun Ikat Tanimbar merupakan produk kreatif yang telah ada sejak zaman dulu. Tepatnya berasal dari daerah Kepulauan Tanimbar, Maluku Tenggara Barat.

Kain tenun tersebut dibuat dengan prinsip yang sederhana dan menggunakan alat-alat tradisional. Dengan menggabungkan benang secara memanjang dan melintang. Umumnya, kain tenun ini memiliki motif dan warna yang beragam.

Sebagian besar, motif kain tenun asal Maluku ini didominasi dengan garis-garis dan diselingi dengan corak tertentu yang diadaptasi dari alam sekitarnya. Seperti motif binatang, motif tumbuhan, dan motif manusia.

Salah satu daerah penghasil tenun di Kepulauan Tanimbar adalah Yamdena. Di daerah Yamdena itu terdapat empat jenis kain, antara lain Tais Matan, Tais Anday, Tais Maran, dan Ule Rati. Setiap daerah di Tanimbar memiliki tenun dengan ciri khasnya masing-masing, tetapi motif tenun Tanimbar pada umumnya memiliki motif dengan filosofi yang sama.

Silakan baca: Batik Paoman Indramayu, Identik dengan Motif Unsur Laut

Kain Tenun Ikat Tanimbar juga biasanya digunakan untuk pengalungan kepada setiap tamu-tamu penting yang datang ke Maluku. Selain di Tanimbar, kain tenun ini bisa didapatkan di berbagai toko suvenir di Kota Ambon.

Satu diantaranya yaitu di Toko Santhos yang merupakan pusat perbelanjaan oleh-oleh khas Maluku. Beralamat di Jalan Anthony Rhebok, Kelurahan Honipopu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon dengan harga jual sekitar Rp150 ribu ke atas.*

 

 

 

 

Sumber & Foto: dispar.malukuprov.go.id