Ke Bandung, Wisatawan Wajib Tunjukan Hasil Tes Cepat Antigen

Oded
Wali Kota Bandung Oded M Danial saat memimpin rapat terbatas Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Balai Kota Bandung, Jumat (18/12/2020). (Dok. humas.bandung.go.id). *

 

BandungKlik – Masuk ke Kota Bandung, wisatawan wajib menunjukkan hasil tes cepat Covid-19 antigen negatif. Surat keterangan hasil uji tersebut harus berlaku selama tiga hari saat datang ke kota kembang.

Hal tersebut mengacu pada Surat Edaran Wali Kota Bandung Nomor 440/SE.149-Bag.Huk tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari Raya Natal 2020, Tahun Baru 2021 dan Pelarangan Perayaan Tahun Baru serta Pencegahan Kerumunan Massa.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bandung tidak mewajibkan wisatawan menyertakan hasil tes cepat antigen negatif Covid-19.

Silakan baca:

Masuk Bandung Wisatawan Tak Wajib Tes Cepat Antigen

“Ketika Jumat kita ratas (rapat terbatas), surat dari gubernur belum diterima sehingga luput dari pembahasan. Setelah konferensi pers itu baru diterima,” kata Wali Kota Bandung Oded M Danial, Selasa (22/12/2020), dikutip dari humas.bandung.go.id.

“Sekarang, sudah saya tanda tangani sesuai arahan gubernur dan pemerintah pusat. Kita sudah menyesuaikan,” kata Oded yang juga Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 Kota Bandung.

Dengan terbitnya surat edaran tersebut, Oded menegaskan akan memperketat pengawasan terutama di hotel dan tempat wisata.

“Orang datang dari luar itu sudah membawa surat keterangan rapid antigen. Pengawasan terus dilakukan,” kata Oded.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan, surat edaran Wali Kota Bandung tersebut merupakan kombinasi surat edaran Gubernur Jawa Barat dan surat edaran Satgas Covid-19 pusat.

Kata Ema, meskipun pengawasan akan diperketat tetapi tidak akan mendirikan posko cek poin di perbatasan.

“Cek poin memang tidak ada, karena di sana yang diwajiban objek wisata. Kalau di Kota Bandung itu wisatanya di hotel, kuliner, belanja. Di situ saja. Kita laksanakan protokol kesehatan ketat sesuai level kewaspadaan zona merah,” tutur Ema yang juga menjabat Sekretaris Daerah Kota Bandung menegaskan. *