Kalbar Siapkan Paket Wisata Perjalanan “Heart of Borneo”

heart of borneo
Ilustrasi. Wisata eksplorasi Heart of Borneo. (dok. tierramar.au).*

 

BandungKlik – Kalimantan Barat (Kalbar) sekarang menyediakan paket wisata perjalanan Heart of Borneo (HoB). Produk ini merupakan kerja sama konservasi tiga negara yakni Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Salah satu tujuan kerja sama tersebut untuk melindungi blok hutan seluas 220 ribu kilometer persegi di Pulau Kalimantan (Borneo). Dari total blok itu sekira 16,8 juta hektare atau 72,23 persennya berada di wilayah Indonesia.

Menurut maritim.go.id, Heart of Borneo sebagai paru-pari dunia sejak 2007 menghasilkan 40% oksigen di bumi. Sedangkan hutan mangrove di wilayah tersebut menjadi sumber mata pencaharian bagi nelayan, hasil hutan, tempat wisata dan tempat pembelajaran. Kalbar mengajukan 80 ribu hektare dari 177 ribu hektare wilayahnya untuk menjadi World Mangrove Center.

Terkait wisata di perbatasan, di Kalbar sendiri sudah tersedia paket wisata “Border to Border” di tiga lokasi. Yaitu Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, PLBN Badau, dan PLBN Entikong. Di ketiga PLBN tersebut kerap digelar festival crossborder dengan menampilkan UMKM lokal dan pertunjukan kebudayaan setempat.

Salah seorang pelaku pariwisata Kalbar Dewi Sapitri mengatakan, dalam pemetaan wilayah HoB, di Kalbar tersebar di wilayah hulu menuju wilayah lintas batas. Pemetaan mencakup dari sebagian Sintang hingga Kapuas Hulu yakni Taman Nasional Bukit Baka, Bukit Raya, Betung Kerihun, dan Danau Sentarum.

“Jadi, dalam HoB ini ada tiga tema dengan masing-masing tujuan wisatawan yang berbeda,” ujar Dewi, dikutip dari Antara, Kamis (27/5/2021).

Pertama, kata dia, “Spirit of Exploration” atau eksplorasi. Paket yang disediakan adalah pengamatan satwa liar dan keanekaragaman hayati, susur sungai hingga spot fotografi lanskap. Kedua adalah “Spirit of Adventure” atau berpetualang seperti wisata mendaki gunung dan susur gua.

Tema yang ketiga adalah “Spirit of Discovery” yakni berwisata menyusuri kehidupan suku pedalaman dan story telling bersama suku Dayak. *

Silakan baca: Deretan Daerah Berpotensi Sebagai Cross Border Tourism

Silakan baca: Kepri Dipastikan Siap Membuka Safe Travel Corridor