BandungKlik – KAI menargetkan LRT Jabodebek dapat beroperasi pada Agustus 2022. Rencananya, setiap hari LRT akan beroperasi mulai pukul 05.45 WIB hingga pukul 23.00 WIB. Jam pelayanan ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dalam mengawali aktivitas di pagi hari sampai menjelang tengah malam.

Melalui siaran pers KAI, VP Public Relations KAI Joni Martinus menuturkan, pihaknya telah menyiapkan segala sesuatunya untuk persiapan operasional LRT tersebut.

“Untuk melayani masyarakat serta memastikan keandalan sarana dan prasarana seoptimal mungkin, KAI telah mempersiapkan segala sesuatunya. Termasuk menentukan jam operasional LRT Jabodebek,” ujar Joni.

Selain itu, KAI juga akan melakukan pengecekan atau perawatan setelah jam operasional. Maupun secara berkala untuk menjamin keselamatan perjalanan LRT Jabodebek.

Saat beroperasi, headway atau waktu antara LRT Jabodebek pada 3 lintas pelayanannya sangat singkat. Headway pada lintas pelayanan 1 antara Harjamukti – Cawang dan lintas pelayanan 3 Jatimulya – Cawang hanya 6 menit, bahkan lintas pelayanan 2 Cawang – Dukuh Atas hanya 3 menit.

Singkatnya, headway LRT Jabodebek dipengaruhi sistem Communication-Based Train Control (CBTC) yang digunakan. Sistem ini dapat mengoperasikan kereta dan memproyeksikan jadwal secara otomatis disertai supervisi dari pusat kendali operasi.

Silakan baca: KAI Bakal Operasikan LRT Jabodebek Tanpa Masinis

Masih menurut Joni, KAI berencana mengoperasikan hingga 27 trainset LRT Jabodebek per hari, di mana dalam 1 trainset terdiri dari 6 unit kereta. Dengan begitu akan terdapat 560 perjalanan LRT Jabodebek yang akan melayani 114.000 pelanggan per hari.

Dalam situasi normal, 1 trainset LRT Jabodebek berkapasitas 740 pelanggan dengan konfigurasi 174 duduk dan 566 berdiri. Tetapi jika kondisi padat, LRT Jabodebek dapat menampung 1.308 pelanggan.

Stasiun

Ada 18 stasiun yang akan dilewati moda transportasi ini, yaitu Stasiun Dukuh Atas, Setiabudi, Rasuna Said, Kuningan, Pancoran, Cikoko, Ciliwung, Cawang. Kemudian stasiun TMII, Kampung Rambutan, Ciracas, Harjamukti, Halim, Jatibening Baru, Cikunir I, Cikunir II, Bekasi Barat, dan Jatimulya.

“Saat ini stasiun-stasiun tersebut sedang dalam tahap pemasangan sistem ticketing dan fasilitas yang ada di stasiun. Seperti lift, eskalator, tangga manual, toilet, PSD (Platform Screen Door), announcer di stasiun dan di dalam kereta otomatis yang dikendalikan dari pusat. Hingga ruang pemeriksaan kesehatan untuk menunjang kenyamanan pelanggan,” lanjut Joni.

Sementara untuk progres LRT Jabodebek sampai dengan Januari 2022, sudah mencapai 78,78%. Pada Januari – Mei, LRT Jabodebek akan dilakukan test commissioning. Lalu dilanjutkan dengan trial run pada Juli hingga Agustus, dan dipastikan akan diresmikan pada 17 Agustus 2022.

Lebih lanjut Joni mengajak kepada masyarakat untuk tidak perlu ragu dalam menggunakan LRT Jabodebek. Sebab, seluruh sistem, prasarana, dan sarana LRT ini dikawal oleh konsultan-konsultan yang berpengalaman.

Silakan baca: Akhir 2022, Kereta Cepat Jakarta Bandung Rampung

“Nantinya, pengoperasian LRT Jabodebek diharapkan mampu mempermudah masyarakat untuk bepergian. Serta mendorong pertumbuhan ekonomi pada kawasan yang dilalui,” pungkasnya.*