Jumpa Ully Sigar Rusady di Rempugan Pegiat Budaya Sunda Galuh Pakuan

Ully Sigar Rusady
Ully Sigar Rusady dan Paramitha Rusady bersama para pegiat budaya di Subang. (Foto Adi R.)

BandungKlik – Ully Sigar Rusady, sosok yang kita kenal sebagai selebriti tampak bersemangat dan sumringah di tengah kesibukannya sebagai pegiat gerakan lawan budaya Hakapu. Ketika dijumpai di acara silaturahmi memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Padepokan Sunda Galuh Pakuan di Ciasem, Kabupaten Subang akhir Oktober lalu.

Dalam kesempatan tersebut, sosok bernama lengkap N.R. Rulany Indra Gartika Rusady Wirahaditenaya ini berjumpa dengan beberapa pegiat budaya lainnya dari beberapa daerah di Jawa Barat.

“Akhir-akhir ini saya memang sering melakukan silaturahmi ke beberapa daerah,” tuturnya.

Sosok yang kini dikenal dengan sapaan Bunda Ully tersebut, saat ini aktif di Baranusa (Barisan Raja & Sultan Nusantara) yang berada di bawah naungan Yarasutra (Yayasan Raja Sultan Nusantara).

“Kami bukan mengusung kefeodalannya, ya. Namun kita harus menjaga berbagai kebijaksanaan kearifan lokal para leluhur kita yang masih relevan untuk dikembangkan di zaman ini,” tegasnya.

Seperti ketika dijumpai di Subang, Bunda Ully larut dalam diskusi berkenaan dengan kondisi pewarisan nilai-nilai budaya leluhur di Nusantara.

Silakan baca: 5 Aktris Cantik Pemeran Nyi Iteung dalam Film Kabayan

“Ini selaras dengan gerakan yang saya namai Gerakan Lawan Hakapu itu. Hakapu merupakan singkatan dari Hancurkan bukti-bukti sejarahnya, Kaburkan sejarah serta silsilahnya dan Putuskan tali silaturahmi yang berkenaan dengan sesama umat dan leluhurnya. Bukankah masyarakat kita sedang menghadapi hal ini?” ujar perempuan yang pernah meraih Global 500 Award dari PBB ini.

Film Sang Ayah

Ully Sigar kala itu dibarengi sang adik, N.R. Paramitha Candra Devi Rusady Wirahaditenaya, yang populer sebagai artis penyanyi dan film dengan nama Paramitha Rusady. Menurutnya. Paramitha, tengah mengelola produksi film dokumentasi kiprah perjuangan ayahandanya, Raden Mas Yus Rusady Wirahaditenaya.

Ully Sigar
Buku “Tiada Berita dari Bandung Timur 1945-1947”.

Sang ayah dikenal sebagai inohong pejuang Kemerdekaan di Front Bandung Timur 1945. Perjalanan juang  heroismenya dikisahkan dalam buku “Tiada Berita dari Bandung Timur 1945-1947”.

“Dari kisah di buku itulah film yang sedang kami prosuksi ini,” sela Paramitha.

Karena memiliki darah pejuang inilah kedua bersaudara tersebut berminat untuk bisa turut hadir dalam  memperingati Hari Pahlawan di Darongdong, Buahdua, Kabupaten Sumedang.

Acara yang diselenggarakan masyarakat di sana dengan helatan Festival Konservasi. Dengan mengutamakan budaya serta kelestarian lingkungan hidup.

“Sepertinya peringatan  Hari Pahlawan di Buahdua itu menarik, ya. Saya juga ingin menyempatkan hadir di sana nanti,” tutur Ully Sigar Rusady.

Menurutnya, di kawasan timur Bandung itu juga ada tetapak perjuangan ayahandanya.

Silakan baca: Peringati Hari Pahlawan Lewat Festival Konservasi “Dari Sumedang Untuk Indonesia”

“Ini hal yang baru, ya. Peringatan Hari Pahlawan diselenggarakan oleh masyarakat di Buahdua. Oke, nanti saya bicarakan dengan adik saya Paramitha,” pungkasnya diiring senyum.*

 

Artikel telah tayang di: adiraksanagara.com