Jenis Olahraga Sesuai dengan Kelompok Usia

Jenis Olahraga Bersepeda
Bersepeda menjadi pilihan olahraga yang baik untuk semua kelompok usia. (Iwan Gunaesa/Bandung Klik).*

 

Bandungklik – Semua jenis olahraga sangat baik untuk menunjang kesehatan fisik dan mental. Bukan hanya membuat tubuh bugar, tapi juga bisa mencegah tubuh terserang berbagai penyakit dan masalah kesehatan lainnya.

Untuk itu, olahraga sebaiknya dilakukan setiap hari. Tidak peduli berapa pun usiamu saat ini, dari mulai kelompok usia anak-anak, remaja, dewasa produktif, hingga lansia. Namun sejalan dengan bertambahnya usia dan perbedaan kelompok usia, jenis olahraga pun akan berubah.

Olahraga dapat membantu anak-anak meningkatkan kekuatan otak seiring bertambahnya usia. Begitu pula pada usia lansia, olahraga membantu menjaga keseimbangan tubuh dan menghindari risiko terjatuh. Semua bergantung pada tingkatan usia agar hasilnya maksimal.

Berikut ini jenis olahraga yang bisa dilakukan sesuai dengan kelompok usia yang dikutip dari laman Halodoc.

Kelompok Anak-anak

Pada usia anak-anak, aktivitas yang dilakukan mereka sehari-hari sebenarnya sudah termasuk olahraga. Seperti berlarian, melompat, memanjat, dan bermain bersama temannya. Pastikan setiap hari setidaknya selama 1 jam, anak selalu mendapatkan waktu untuk berlari, melompat, dan beraktivitas fisik tersebut.

Kelompok Remaja

Memasuki usia remaja, aktivitas yang dilakukan pun sudah jauh berbeda. Kegiatan olahraga bisa diajarkan melalui kegiatan di sekolah atau saat rekreasi. Jika mereka tidak tertarik melakukan olahraga yang terorganisir, biarkan untuk memilih sendiri aktivitas yang disenangi, seperti bermain bola di lapangan atau memantulkan bola basket. Sebenarnya tidak berbeda jauh dengan usia anak-anak, cukup berikan mereka waktu dan kesempatan untuk aktif bergerak.

Kelompok Usia 20-an

Masa usia 20-an menjadi waktu yang tepat untuk melatih kebugaran tubuh. Sedapat mungkin menjadikan olahraga sebagai kebiasaan dan rutinitas harian. Ajaklah teman untuk berolahraga, bermain sepak bola, bola basket, atau bulu tangkis. Bisa juga memilih bersepeda atau mendaki gunung. Lakukanlah kegiatan olahraga, setidaknya selama 30 menit setiap hari. Ingatlah bahwa seiring usia bertambah, kita kehilangan kekuatan otot dan tulang. Jadi, pastikan untuk memasukkan latihan kekuatan otot dalam rutinitas, setidaknya 2–3 kali dalam satu minggu. 

Silakan baca: Air Mentimun Bagi Kesehatan, Ini 5 Manfaatnya

Kelompok Usia 30-an

Saat usia 30-an, tubuh pertama kali kehilangan massa otot karena usia. Sehingga latihan beban menjadi penting untuk dilakukan. Tulang pun akan mulai melemah, jadi perlu mulai berlatih penguatan tulang. Memasuki fase usia ini, kita bisa mulai aktif untuk melakukan olahraga angkat beban di pusat kebugaran atau rutin berolahraga ringan, seperti jalan cepat, joging, yoga, aerobik, atau berenang.

Kelompok Usia 40-an

Fase ini menjadi waktu paling untuk rutin berolahraga. Secara alami, tubuh mulai menurun memasuki usia paruh baya. Otot mulai kehilangan massa dan elastisitasnya, membuat metabolisme melambat dan meningkatkan risiko obesitas. Latihan cardio menjadi pilihan tepat agar tetap pada berat tubuh ideal dan terhindar dari gangguan kesehatan serius. Jangan lupa juga untuk mempertahankan aktivitas mengangkat beban.

Kelompok Usia 50-an

Saat memasuki usia 50-an, kita mungkin akan lebih sering merasa nyeri di tubuh. Namun, jangan sampai kondisi tersebut memengaruhi olahraga yang sudah dilakukan. Cukup sesuaikan saja program latihannya. Berjalan kaki, berenang, dan bersepeda masih menjadi pilihan olahraga berisiko rendah yang baik dilakukan untuk fase usia ini.*