Jelang Moto GP, Homestay di Desa Wisata Gerupuk Sudah Siap

homestay desa wisata
Menparekraf Sandiaga Uno meninjau kesiapan homestay di Desa Wisata Gerupuk Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu (16/1/2021). (Dok. kemenparekraf.go.id).*

 

BandungKlik – Menjelang perhelatan Moto GP Oktober mendatang di Mandalika, kawasan homestay di Desa Wisata Gerupuk dinilai sudah cukup siap. Hal itu disampaikan Menparekraf Sandiaga Uno saat kunjungan kerja ke desa tersebut, Sabtu (16/1/2021).

Sandiaga mengatakan, kesiapan amenitas berupa homestay di Desa Wisata Gerupuk Kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat sudah memiliki standar yang baik.

Desa wisata ini merupakan salah satu pendorong pengelolaan pariwisata dan ekonomi kreatif ke depan. Di samping itu, keberadaan homestay dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat melalui penyewaan amenitas tersebut.

“Fasilitasnya juga telah memiliki standar kualitas yang baik dan letak homestay ini sangat strategis dan relevan. Mengingat, kawasannya berdekatan dengan Moto GP Mandala Circuit,” tutur Sandiaga, dikutip dari siaran pers kemenparekraf.go.id.

Kata dia mengimbuhkan, sasaran dari pondok tinggal tersebut adalah milenial kelas menengah baru yang hendak menikmati Mandalika tetapi tidak punya bujet cukup untuk penginapan bintang lima. Tarif sewa per kamar terjangkau yakni Rp 250 ribu per malam sudah termasuk sarapan, wifi, dan listrik.

Sebelum perhelatan Moto GP Mandalika, Sandiaga berencana menginap satu malam di homestay tersebut. “Saya dengan Pak Gubernur siap, ingin merasakan suasana menginap di homestay secara langsung,” ujarnya.

Dalam hal strategi promosi pondok tinggal di Dewa Wisata Gerupuk, Sandiaga mendorong penggunaan platform digital.

Lebih lanjut, ia menuturkan, pondok tinggal di desa tersebut merupakan salah satu pembangunan infrastruktur yang berkeadilan. Sebab, program ini menyediakan fasilitas rumah swadaya yang pembangunannya melibatkan pemberdayaan masyarakat termasuk dalam mendesainnya.

Dikatakannya, program homestay merupakan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). Program ini dikenal dengan “bedah rumah”.

“Mudah-mudahan ini bisa memicu ekonomi masyarakat serta bangkitnya pariwisata dan ekonomi kreatif. Tentunya, didukung dengan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin,” kata Sandiaga. *

Silakan baca:

Pembangunan 5 DSP Dipercepat, Salah Satunya Jadi Ajang Moto GP