BandungKlik – Inna Bali Heritage Hotel merupakan akomodasi hotel kelas internasional tertua di Bali. Dulunya bernama Bali Hotel yang dibangun pada tahun 1927 oleh Airlines Shipping Belanda.

Lokasi Inna Bali Heritage cukup strategis berada di pusat kota Denpasar. Tak jauh dari kantor pemerintahan, Museum Seni dan Pusat Seni Bali, kediaman Raja Denpasar (Puri Satria), pusat perbelanjaan, dan pasar tradisional. Kemudian hanya 15 menit ke Pantai Sanur, 30 menit ke Pantai Kuta, dan 40 menit ke Bandara Ngurah Rai.

Hotel bintang 3 ini memiliki perjalanan yang panjang, telah digunakan jauh sebelum kemerdekaan Indonesia. Namun hingga kini masih mempertahankan struktur yang disukai oleh tokoh dunia yang berkunjung ke Indonesia.

Ada banyak tokoh atau pemimpin dunia yang pernah menginap di hotel heritage tersebut. Seperti Ratu Elizabeth, Charlie Chaplin, Mahatma Gandhi, Jawaharlal Nehru, Ir Soekarno, hingga Megawati dan tokoh lainnya. Mereka senang menginap di sana, terutama di kamar nomor 77.

Silakan baca: Grand Inna Medan, Hotel Legendaris di Kota Medan

Pasca renovasi di gedung utama pada tahun 2014, Inna Bali Hotel telah mengalami banyak perubahan menjadi hotel yang lebih baik di Denpasar. Setiap sudut terlihat semakin nikmat dengan pencahayaan yang lebih mengagumkan. Semua fasilitas di kamar serta ruang pertemuan pun dirapikan, tanpa meninggalkan kesan herirage hotel yang penuh sejarah.

Para tamu akan merasakan suasana hommy jika menginap di Inna Bali Heritage. Begitu banyak pengalaman yang tak terlupakan kala menikmati lantai yang dulunya merupakan jejak pemimpin dunia.

Sejarah Hotel                                                                                             

Mengutip dari laman cagarbudaya.kemdikbud, Inna Bali Hotel dibangun pada 1927. Awalnya diperuntukkan sebagai tempat singgah para awak kapal Perusahaan Pelayaran Belanda KPM (Koninkelijke Paketvaar Matschappij) yang berlabuh di Bali.

Baru pada 1928, secara resmi Inna Bali Hotel beroperasi setelah diserahkan oleh pihak Pemerintah Belanda kepada pihak KPM. Dengan menambah kamar tidur dari 12 kamar tidur menjadi 36. Dilengkapi dengan fasilitas laundry, bangunan gudang, ruang kerja karyawan, tangki air, mesin ketel air panas, dan pendopo untuk ruang pertunjukan kesenian.

Sekitar awal 1942, hotel ini dibuka untuk umum dengan tambahan 22 kamar tidur. Sehingga secara keseluruhannya menjadi 61 kamar tidur. Kemudian tanggal 22 Agustus 1956 yang dulu namanya Bali Hotel berubah nama menjadi Natour Bali karena sahamnya dibeli oleh PT. Natour.

Perkembangan fasilitas terus dilakukan PT. Natour, tepatnya pada 29 Mei 1961 bekerja sama dengan Bank Industri Negara (BIN) melakukan penambahan 24 kamar tidur. Totalnya menjadi 76 kamar.

Pada tahun 1970 segala bentuk fasilitas pelayanan di setiap kamar terus ditambah PT. Natour. Seperti televisi, kulkas, AC, serta air panas dan air dingin untuk mandi. PT. Natour bersama PT. HII membentuk nama baru menjadi PT. HIN (Hotel Indonesia Natour) atau Inna Hotel Group. Akhirnya dan pada 19 Maret 2001 Natour Bali berubah nama menjadi Inna Bali Hotel Business & Marketing.

Silakan baca: Inilah 5 Spot Ayunan Instagramable di Bali

Selain berfungsi sebagai akomodasi wisata, Inna Bali Heritage Hotel juga pernah digunakan sebagai tempat penyelenggaraan berbagai pertemuan penting di bidang politik dan budaya. Salah satunya yang memiliki nilai penting bagi sejarah Indonesia, yaitu Konferensi Denpasar. Diselenggarakan oleh Van Mook pada tanggal 18 – 24 Desember 1946.*

 

 

Sumber & Foto: Dispar Kota Denpasar