Inilah 5 Startup Indonesia Peraih Gelar Unicorn

Startup Unicorn Indonesia
Startup Gojek. (shutterstock_Chinnapong via Kemenparekraf)

 

BandungKlik – Industri kreatif berbasis aplikasi semakin berkembang dan sukses, seperti startup Indonesia peraih unicorn. Bersumber dari data The Hurun Research Institute, Indonesia bahkan berhasil masuk dalam daftar “10 Negara dengan Unicorn Terbanyak di Dunia” pada 2019.

Gelar Unicorn tersebut diberikan kepada perusahaan rintisan tidaklah sembarangan. Gelar ini khusus diberikan kepada startup yang telah mencapai nilai valuasi di atas 1 miliar dollar AS, atau sekitar Rp14,1 triliun.

Ingin tahu startup apa saja yang sudah mendapat gelar Unicorn? Berikut ini 5 startup lokal peraih tersebut, disitat dari laman Kemenparekraf.

Gojek

Startup ini bernaung di bawah PT Aplikasi Karya Anak Bangsa. Mulai dirintis pada Oktober 2010 oleh Nadiem Makarim. Gojek menjadi startup Indonesia pertama yang berhasil menyandang gelar Unicorn.

Perusahaan asli Indonesia ini, juga telah berhasil mendapatkan suntikan dana dari beberapa investor terkemuka dunia. Seperti Google, Sequoia Capital, Farallon Capital, Allianz, Astra International, Tencent, dan masih banyak lagi.

Kiprah awalnya hanya fokus pada bidang transportasi GoRide dan GoCar. Namun seiring peningkatan kualitas dan mengikuti perkembangan zaman, Gojek semakin melebarkan sayapnya dengan mengeluarkan lebih dari 20 layanan yang mempermudah para penggunanya. Diantaranya layanan GoFood, GoSend, GoMart, dan lainnya.

Kesuksesan Gojek pun tak hanya di Indonesia, tapi telah menyebar sampai ke beberapa negara tetangga Indonesia, seperti Singapura, Vietnam, hingga Thailand. Bahkan, kini Gojek juga telah berhasil mendapatkan gelar “Decacorn”. Julukan bagi startup yang telah memiliki nilai valuasi di atas 10 miliar dollar Amerika Serikat, atau sekitar Rp140 triliun.

Tokopedia

startup Tokopedia
Dok. tokopedia.com

Tokopedia hadir dengan membawa misi “pemerataan ekonomi secara digital”. Perusahaan rintisan yang didirikan oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison pada Februari 2009 ini, turut menjadi e-commerce asli Indonesia yang telah menyabet gelar Unicorn setelah Gojek.

Startup ini berhasil menyabet gelar Unicorn setelah mendapatkan suntikan dana dari Alibaba Group, sekitar 1,1 miliar dollar AS pada 2017. Hingga sekarang, Tokopedia telah memiliki beberapa investor, seperti SoftBank Group, East Ventures, dan lainnya

Periode Oktober 2020 lalu, nilai valuasi Tokopedia kabarnya sudah berhasil mencapai sekitar Rp111 triliun. Tercatat saat ini pengguna aktif Tokopedia lebih dari 100 juta pengguna setiap bulannya.

Traveloka

Startup Traveloka
dok. traveloka.com

Traveloka berdiri pada Oktober 2012 dan menjadi travel startup pertama di Indonesia dan juga Asia Tenggara yang berhasil menjadi menyandang gelar Unicorn. Keberhasilan Traveloka didapatkan setelah mendapatkan investasi dari Expedia pada 2017 silam.

Sebelumnya, perusahaan yang didirikan oleh Ferry Unardi, Derianto Kusuma, dan Albert Zhang ini, fokus pada bidang perjalanan dan pemesanan hotel. Namun kini Traveloka semakin berkembang pesat dengan memberikan berbagai produk guna melayani kebutuhan end-to-end para wisatawan domestik.

Antara lain layanan pembelian tiket pesawat, kereta api, bis, pemesanan hotel, kuliner, sewa mobil, hingga berbagai pilihan tiket wahana hiburan. Sekarang layanan Traveloka juga sudah merambah hingga negara tetangga, seperti Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, hingga Filipina.

Traveloka telah memiliki nilai valuasi sekitar 3 miliar dolar Amerika Serikat, dengan perkiraan jumlah unduh lebih dari 40 juta pengguna.

Bukalapak

Startup Bukalapak
dok. bukalapak.com

Perusahaan yang didirikan Achmad Zaky Nugroho Herucahyono, dan Fajrin Rasyid pada awal 2010 ini berfokus pada bidang e-commerce. Bukalapak sendiri telah berhasil menyabet gelar Unicorn. Gelar tersebut diraih setelah mendapatkan investor besar Emtek Group dan 500 Startups.

Bukalapak juga berhasil menggandeng investor terkemuka, seperti Mirae Asset-Naver Asia Growth Fund, QueensBridge Ventura Partners, dan masih banyak lagi. Menurut data dari laman Katadata, nilai valuasi perusahaan Bukalapak dipercaya telah mencapai Rp35 triliun dan memiliki sekitar 92 juta pengguna di seluruh Indonesia.

OVO

startup unicorn OVO
dok. ovo.id

Ovo pada 2019 turut masuk ke dalam deretan startup Indonesia yang berhasil menyabet gelar Unicorn. OVO merupakan salah satu aplikasi layanan dompet digital yang mempermudah para penggunanya dalam bertransaksi dengan beberapa mitra.

Menurut survei yang dilakukan iPrice Group, OVO menjadi layanan dompet digital yang berhasil masuk 5 besar di Indonesia dengan jumlah pengguna terbanyak. Tercatat, OVO telah digunakan lebih dari 115 juta pengguna. Jika diurutkan, OVO berhasil menduduki peringkat kedua di bawah GoPay.

Silakan baca: Apa Itu Aplikasi Clubhouse? Ini Penjelasannya!

Perusahaan startup yang berada di bawah Grup Lippo tersebut, diklaim memiliki nilai valuasi sebesar Rp42 triliun. Dari keberhasilan inilah menjadikan OVO menjadi startup Indonesia kelima yang berhasil mendapatkan gelar Unicorn.

Itulah sejumlah startup asli Indonesia peraih unicorn. Melihat terus berkembangnya sektor ekonomi kreatif di Indonesia selayaknya membuat kita semakin #BanggaBuatanIndonesia.*