Inilah 5 Penemuan Asal Indonesia yang Diakui Dunia

Penemuan asal Indonesia
Planetary Nebula Cluster salah satu penemuan asal Indonesia. (dok. brainberries.co)

 

BandungKlik – Masyarakat Indonesia harus bangga karena banyak penemuan-penemuan asal Indonesia di berbagai bidang yang telah diakui dunia. Namun masih jarang diketahui masyarakat negeri ini.

Dari sekian banyak penemuan, berikut ini ada 5 penemuan asal Indonesia di berbagai bidang yang diakui dunia dan masih digunakan hingga kini.

Konstruksi Cakar Ayam

Jika melewati jalan tol di Jakarta dan sekitarnya, kita akan melihat konstruksi penahannya yang menyerupai kaki ayam. Konstruksi tersebut dinamakan Cakar Ayam yang ditemukan oleh mendiang Prof. Ir. R.M. Sedyatmo sekitar tahun 1961.

Kala itu, Sedyatmo selaku pejabat PLN harus mendirikan 7 menara transmisi listrik tegangan tinggi di area rawa kawasan Ancol agar acara Asian Games di Jakarta pada tahun 1962 berjalan lancar. Dua menara pun akhirnya telah berhasil dibuat dengan cara konvensional. Namun 5 sisanya terbengkalai karena tanah di area konstruksinya terlalu lunak.

Dengan waktu yang sangat mendesak, akhirnya Sedyatmo menemukan sebuah teknik untuk mendirikan menara di atas pondasi dan melekat secara monolit. Sehingga mampu mencengkeram tanah lunak dan basah secara kokoh. Temuan itu akhirnya diberi nama Pondasi Cakar Ayam.

Silakan baca: Kota Bandung Masuk 50 Besar Smart City Dunia

Konstruksi pondasi tersebut sangat cocok untuk area bertanah lunak dan basah yang akan digunakan sebagai area pembangunan gedung, jalanan, dan landasan. Penemuan ini pun sangat membantu perkembangan konstruksi bangunan dan jalan di Indonesia dan bahkan di luar negeri.

Hebatnya lagi, Pondasi Cakar Ayam berhasil mendapatkan pengakuan paten internasional di 11 negara, diantaranya Indonesia, Jerman, Inggris, Prancis, Belgia, Kanada, Belanda, Denmark, dan Amerika Serikat. Kemudian pada 2019, penemuan itu mendapatkan penghargaan “Herman Johannes Award” dari UGM. Kini, inovasi konstruksi yang luar biasa itu masih digunakan di sekitar 40 negara.

Optogenetic Laser Stimulation

Optogenetic Laser Stimulation merupakan penemuan dari Indonesia di bidang kedokteran. Ditemukan oleh Dr. Taruna Ikrar, salah satu dokter legendaris asal Indonesia. Penemuan ini merupakan sebuah teknologi yang mampu menyembuhkan beberapa penyakit otak, seperti epilepsi, parkinson, dan lainnya.

Sejak tahun 2010, Dr. Taruna Ikrar dan timnya telah mulai meneliti teknologi Optogenetic Laser Stimulation tersebut. Akhirnya berhasil menyelesaikannya 5 tahun kemudian, yaitu pada tahun 2015.

Selain itu, ia juga telah menciptakan 63 penemuan dari 3 kategori utama, yaitu neuroscience, pharmacology, dan cardiology. Maka wajar saja jika Dr. Taruna sempat mendapatkan nominasi penghargaan Nobel Perdamaian pada tahun 2016.

Planetary Nebula Cluster

Berikut ini menjadi salah satu penemuan asal Indonesia yang paling dihargai oleh dunia. Berupa penemuan 120 gugus baru pada Planet Nebula, yang disebut 120 Planetary Nebula Cluster. Penemunya adalah mendiang Prof. Mezak Arnold Ratag. Nama beliau pun diabadikan dalam penemuan-penemuannya yang lain, seperti Ratag-Ziljstra-Pottasch-Menzies dan Ratag-Pottasch Cluster.

Silakan baca: Wisata Sambil Edukasi Nuklir di BATAN Bandung

Tahun 1991, Mezak berhasil memperoleh gelar doktor dan menghasilkan disertasi yang berjudul ”A Study of Galactic Bulge Planetary Nebulae”di bawah bimbingan Prof. Dr. Stuart Pottasch. Sejak itu, Mezak telah menemukan dan mempublikasikan lebih dari seratus karya ilmiah nasional dan internasional. Bersama mitra kerjanya, hingga kini telah ada 120 buah nebula planeter baru telah ditemukan.

Formula Kimia Pemadam Api Ramah Lingkungan

Selanjutnya ada penemuan asal Indonesia yang tak kalah keren, yakni penemuan formula kimia pemadam api ramah lingkungan dari kulit singkong. Formula ini secara tidak sengaja ditemukan Randall Hartolaksono saat mencoba menggunakan sari pati kulit singkong sebagai pelumas engsel robot. Randall tidak sengaja menumpahkan pelumas itu ke atas bara api dan ternyata apinya padam.

Usai penemuan yang tidak disengaja itu, pria asli Surabaya ini melakukan penelitian lanjutan untuk membuktikan hipotesisnya. Akhirnya pada tahun 1987, Randall menemukan formula kimia pemadam api dan menerapkannya dalam berbagai produk. Ada yang berupa cat dan dapat dioleskan pada material bangunan, sehingga tahan api selama 200 tahun.

Sekarang penemuan tersebut telah diakui dunia dan mendapat sertifikat uji standar dari negara-negara maju, seperti Amerika Serikat, Inggris dan Australia. Produknya pun telah digunakan di berbagai tempat penting dan perusahaan besar, seperti Istana Buckingham Inggris, Petronas, Proton, Telecom, dan beberapa hotel bintang 5.

Helm dengan pendingin

Helm dengan pendingin merupakan penemuan asal Indonesia dari seorang anak berusia 13 tahun sekitar tahun 2011. Anak ini bernama Linus Nara Pradana. Ide menciptakan helm yang dapat mendinginkan kepala ini, dia dapatkan saat melihat ayahnya kepanasan setelah bepergian naik motor.

Dari situ, Linus berinisiatif membuat peredam panas di helm. Dengan bantuan ayahnya, Gunawan Siswoyo, Linus berhasil menciptakan helm berpendingin dengan menggunakan gel sodium polyacrylate yang sering digunakan pada popok bayi.

Silakan baca: Sejarah Kemunculan Agen Travel di Dunia

Selain dingin, bahan tersebut mempunyai daya serap air yang tinggi. Penemuan Linus ini pun akhirnya diakui dunia dan mendapatkan banyak penghargaan, antara lain National Young Inventors oleh LIPI, medali emas dari International Exhibition for Young Inventors (IEYI) di Thailand, dan Rekor MURI sebagai inventor termuda Indonesia.*

 

Sumber: brainberries.co