Inilah 5 Atraksi Wisata Ikonik Indonesia yang Memukau

atraksi wisata ikonik
Atraksi Lompat Batu di Nias. (Foto: Kemenparekraf/shutterstock Andi Gultom)

 

BandungKlik – Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki ragam suku bangsa. Keragaman tersebut melahirkan banyak atraksi wisata yang ikonik di berbagai daerah.

Atraksi wisata ikonik tersebut, sebagian besar merupakan atraksi seni dan budaya khas setiap daerah. Berikut ini ada 5 atraksi wisata ikonik Indonesia yang dirangkum dari laman Kemenparekraf.

Atraksi Lompat Batu, Nias, Sumatera Utara

Atraksi lompat batu yang cukup ikonik ini berasal dari Desa Wisata Bawomataluo, Nias, Sumatera Utara. Dalam bahasa Nias disebut dengan “Hombo Batu” atau “Fahombo”. Awalnya, atraksi tersebut merupakan tradisi yang dilakukan sebagai syarat pemuda untuk mengikuti perang.

Hombo Batu dilakukan dengan melompati batu setinggi dua meter dengan lebar 40 cm. Para pemuda yang melakukannya mengenakan pakaian adat prajurit kerajaan dengan warna khas Nias, yakni merah, kuning, dan hitam. Jika berhasil lompat tanpa menyentuh batu, berarti pemuda itu sudah dianggap dewasa dan matang secara fisik.

Karapan Sapi, Madura, Jawa Timur

Karapan Sapi bagi masyarakat Madura, Jawa Timur bukan sekadar kegiatan balap sapi dalam upacara adat biasa, namun untuk mengangkat harkat dan martabat orang Madura. Karena itu sapi yang digunakan tidak sembarangan, harus diberi pijatan dan makanan terbaik.

Saat atraksi akan berlangsung, wisawatan akan melihat ritual arak sapi keliling pacuan, dengan iringan musik saronen (alat musik khas Madura). Setelah itu, barulah karapan sapi dimulai. Lintasan balapnya sepanjang 180-200 meter. Hebatnya, trek sepanjang itu bisa ditempuh hanya dalam waktu sekitar 14-18 detik.

Tari Kecak, Bali

Untuk atraksi wisata bebasis kebudayaan di Indonesia, Bali memang gudangnya. Salah satunya pertunjukan tarian Kecak. Dulu, tari Kecak merupakan ritual kuno Bali yang disebut sebagai Sanghyang, yang bertujuan untuk mengusir roh jahat.

Silakan baca:

Kujang, Dari Perkakas Jadi Identitas

Lais, Seni Akrobatik Tradisional Asal Garut

Lama-lama tari Kecak semakin berkembang dan populer. Bukan hanya sebagai tari tradisional biasa, namun menjadi tarian dan drama musikal khas Bali yang menceritakan pewayangan Ramayana. Iringan musiknya cukup menarik, memadukan musik gamelan tradisional Bali, dan teriakan 50-70 orang penari yang mengeluarkan suara “Cak! Cak! Cak!”.

Biasanya digelar di alam terbuka, di atas tebing menghadap lautan saat matahari terbenam. Sehingga menambah syahdu dan eksotis. Salah satu tempat terbaik untuk menikmati Tari Kecak adalah di Pura Uluwatu.

Pasola, Sumba Barat, NTT

Selanjutnya atraksi ikonik dari Sumba Barat, NTT, yaitu Pasola. Merupakan atraksi dari rangkaian adat yang berkaitan dengan panen dan permohonan kesuburan. Biasanya berlangsung di hamparan sabana yang luas, dan disaksikan langsung penduduk desa.

Atraksi Pasola cukup menegangkan, sebab akan mengajak wisawatan seolah berperang dengan menunggang kuda dan saling lempar tombak. Ada satu kepercayaan yang cukup menyentuh dari atraksi wisata Pasola. Saat ada laki-laki atau kuda yang jatuh, darah yang mengalir dapat menyuburkan tanah dan memberikan keuntungan pada panen selanjutnya.

Festival Lembah Baliem, Papua

Di tanah Papua juga ada atraksi wisata yang memukau, yaitu Festival Lembah Baliem. festival berupa kegiatan perang antar suku Dani, Lani, dan Yali yang menjadi lambang kesuburan dan kesejahteraan. Hanya saja, di Festival Lembah Baliem wisawatan akan menyaksikan simulasi perang dan pertunjukan tarian yang sangat memukau mata.

Silakan baca: Bebegig, Topeng Seram Dari Alam Ciamis

Festival ini sudah diadakan sejak 1989 dan rutin digelar setiap tahunnya. Biasanya festival akan berlangsung selama tiga hari, setiap Agustus. Bahkan Festival Lembah Baliem selalu masuk dalam Calendar of Event Pariwisata Indonesia.*