Ini Perbedaan Hari Lahir dan Hari Kesaktian Pancasila

hari lahir pancasila
Pancasila. (bpip.go.id).*

 

BandungKlik – Sepintas memang terdengar serupa. Meski begitu, Hari Lahir Pancasila dan Hari Kesaktian Pancasila punya arti dan makna yang berbeda. Berikut penjelasan dari perbedaan tersebut selengkapnya:

Hari Lahir Pancasila

Hari Lahir Pancasila berhubungan erat dengan lahirnya ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu Pancasila. Secara umum, ini merupakan momen kelahiran Pancasila yang ditetapkan pada 1 Juni 1945.

Pada saat penyampaian perumusan dasar negara, dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) 1 Juni 1945 Soekarno berpidato. Tokoh nasional yang kelak menjadi Presiden Republik Indonesia itu menyampaikan lima butir gagasan dasar negara.

Kelima butir tersebut adalah Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme dan Perikemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan yang Maha Esa.

Sejak 2017, Pemerintah Republik Indonesia menetapkan Hari Lahir Pancasila sebagai hari libur nasional. Hal ini dilakukan agar seluruh rakyat dan warga negara Indonesia memperingati Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara.

Hari Kesaktian Pancasila

Hari Kesaktian Pancasila berkaitan erat dengan peristiwa yang tidak beradab yang dikenal dengan G30S/PKI. Peristiwa itu tercatat sebagai sejarah hitam tanah air yang identik dengan penculikan perwira tinggi militer.

Peristiwa yang terjadi pada 30 September  – 1 Oktober 1965 tersebut adalah upaya dari Partai Komunis Indonesia (PKI) menggulingkan pemerintahan Soekarno. Dan, mengubah ideologi Pancasila dengan komunis.

Upaya kudeta tersebut akhirnya dapat digagalkan oleh otoritas militer Indonesia di bawah komando Soeharto yang kelak menggantikan Soekarno menjadi presiden. Meski begitu, enam jenderal Republik Indonesia dan seorang kapten gugur di tangan PKI.

Usai pemberontakan itu, pemerintah kemudian menetapkan 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Penetapan ini salah satunya bertujuan sebagai hari berkabung dari peristiwa G30S/PKI sekaligus memperingati kemenangan Pancasila dari ancaman komunis. *

Silakan baca: Tiga Tokoh Nasional Perumus Pancasila, Siapa Saja?

Silakan baca: Oto Iskandar Di Nata, Tajam Mengecam Penjajahan