Hari Ini, Tempat Wisata di Bandung Dibuka Kembali

tempat wisata Bandung
Rapat terbatas bersama jajaran Forkopimda di Balai Kota Bandung, Senin (31/5/21). (dok. Pemkot Bandung)

 

BandungKlik – Sejumlah tempat wisata di Kota Bandung dibuka kembali pada hari ini, Rabu (2/6/2021). Setelah sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menutup sejumlah lokasi wisata pada 23 Mei 2021 – 1 Juni 2021.

Meski begitu, Pemkot Bandung terus ekstra waspada menangani Covid-19 pascalibur Lebaran 2021 ini. Termasuk dengan kembali mengetatkan relaksasi ekonomi, wisata, dan acara resepsi pernikahan.

Ketua Komite Kebijakan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung yang juga Wali Kota Bandung, Oded M. Danial menegaskan, akan mengetatkan pengawasan sejumlah kegiatan. Salah satunya di tempat wisata yang kembali beroperasi.

“Tapi dalam rangka untuk menjaga euforia masyarakat kita akan tetap memperketat prokes. Petugas akan memperketat pengawasan di lapangan,” ujar Oded usai menggelar rapat terbatas bersama jajaran Forkopimda di Balai Kota Bandung, Senin (31/5/21) kemarin, melalui siaran pers Pemkot Bandung.

Oded juga mengatakan, saat ini suasana libur lebaran 2021 terpantau sudah mulai menurun. Sehingga potensi membludaknya pengunjung di tempat wisata diprediksi menurun.

Ia pun meminta pengelola tempat wisata tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Untuk itu juga, setiap pengelola tempat wisata harus mengajukan simulasi protokol kesehatan sebelum kembali beroperasi.

Silakan baca: Kampung Berwarna Cibunut, Wisata Artistik di Bandung

Tak hanya tempat wisata di Kota Bandung, Oded juga mempersingkat jam operasional kafe dan restoran. Dari yang sebelumnya beroperasi hingga pukul 23.00 WIB saat Ramadan lalu, kini kembali dibatasi menjadi pukul 21.00 WIB.

Selain itu, satgas juga mengetatkan acara resepsi pernikahan. Jumlah undangan hanya 30 persen dari kapasitas ruangan atau tempat penyelenggaraan resepsi pernikahan.

Hal itu didasari dari hasil pengamatan di lapangan, panitia penyelenggara mempersepsikan 30 persen kapasitas di setiap sesi.

“Tadi cukup alot pembahasannya karena persoalannya di lapangan pada pelaksanaanya kadang penyelenggara itu 30 persen itu persepsinya dibagi sesi. Sehingga akhirnya kita sepakati 30 persen itu total semua undangan dari kapasitas ruangan,” papar Oded.

Sementara hasil evaluasi pelaksanaan zakat fitrah dan salat Idulfitri lalu, Oded memastikan tidak sampai memunculkan klaster baru. Untuk itu, ia menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang mengikuti pedoman pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan saat lebaran 2021 ini.

Silakan baca: Museum Kota Bandung, Kenalkan Sejarah Kota Bandung

“Laporan Kementerian Agama yang menerjunkan para penyuluh ke seluruh kecamatan, sampai hari ini tidak ada laporan klaster Idulfitri. Kedua, pengumpulan dan pendistribusian zakat, tidak ada klaster,” tuturnya.*