Hadapi Nataru, Destinasi Wisata Kota Bandung akan Diawasi

destinasi wisata Kota bandung
Museum Geologi, salah satu destinasi yang akan diawasi saat Nataru. (Irwan Akhmad_BandungKlik)

 

BandungKlik – Dalam menghadapi momen perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru),  destinasi wisata dan hiburan di Kota Bandung akan diawasi. Pengawasan dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung berkoordinasi dengan Satpol PP dan Kewilayahan.

Menurut Kepala Bidang Kepariwisataan Disbudpar Kota Bandung, Edward Parlindungan, saat ini aturan terkait Nataru di Kota Bandung masih mengacu pada Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 109 Tahun 2021 tentang PPKM Level 2 di Kota Bandung.

Namun, ada kemungkinan Perwal tersebut akan diperbaharui, sebagai kelanjutan dari Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 66 Tahun 2021. Tentang Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 Pada Saat Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru Tahun 2022.

“Selama Perwalnya belum keluar yang baru, kita mengacu pada Perwal yang lama. Terakhir itu Perwal 109. Walaupun itu lebih mengacu kepada pembatasan kegiatan untuk malam tahun baru,” ujarnya di Balai Kota Bandung, Selasa (14/12/21), dikutip dari laman humas.bandung.go.id.

“Dan untuk Perwal kelanjutan dari Inmendagri nomor 66 yang baru keluar, kita masih menunggu hasil rapat Satuan Tugas,” lanjutnya.

Silakan baca: Kepergok T-Rex di Museum Geologi Bandung

Meski demikian, sebagai antisipasi, Disbudpar telah berkoordinasi dengan Satpol PP dan Kewilayahan untuk mengawasi tempat wisata dan hiburan.

Destinasi Wisata

Sebanyak 5 destinasi wisata di Kota Bandung telah dibuka dan akan diawasi. Diantaranya Saung Angklung Udjo dengan kapasitas pengunjung 500 orang, Bandung Zoo dengan 2.000 orang, Trans Studio Bandung dengan 1.750 orang, Karang Setra 1.125 orang, dan Kiara Artha Park dengan 1.500 orang.

Selanjutnya destinasi museum dengan kapasitas 50 persen pengunjung, yakni, Museum Geologi, Museum Konferensi Asia Afrika, Museum Mandala Wangsit Siliwangi, dan Museum Sri Baduga.

Masih menurut Edward, sebanyak 87 tempat karaoke, 23 bar, dan hotel termasuk restoran juga akan dipantau. Terutama saat malam Tahun Baru, karena tidak diperbolehkan untuk kegiatan perayaan. Namun jika hanya makan malam di hotel atau restoran masih diperbolehkan hingga pukul 22.00 WIB.

“Kita akan berkoordinasi dengan Satpol PP dan Kewilayahan, akan berkeliling untuk memonitoring tempat-tempat tersebut. Sebelumnya kita juga sudah beberapa kali bekerja sama untuk itu, seperti Kecamatan Coblong yang memiliki Kebun Binatang, dan Karang Setra dengan Kecamatan Sukajadi,” imbuhnya.

Terkait sanksi, Edward menyampaikan, sesuai dengan Perwal yang berlaku. Mulai dari teguran hingga yang paling berat sampai penutupan, tergantung pelanggarannya.

Silakan baca: Ini 5 Rekomendasi Tempat Brunch di Kota Bandung

“Kita lihat dulu pelanggarannya, dan yang menjadi penegak Perda itu adalah Satpol PP. Mereka yang akan menentukan itu bisa sampai ditutup atau tidak,” jelasnya.*